•   Minggu, 15 September 2019
Geliat Malam

Kapolda: Muncikari Punya Istilah dan Data Setiap Anak Buahnya

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan saat akan sholat Jumat memberikan keterangan terkait muncikari Windy. Foto: SP/Hendarwanto


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah perburuan para muncikari, polisi kembali menangkap satu muncikari dalam jaringan prostitusi online artis. Muncikari tersebut diketahui berinisial W atau Windy.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan Windy kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan satu muncikari bernama Fitria sebagai tersangka. "Kemarin sudah ada kami tangkap lagi 2 DPO (Fitria dan Windy). Jadi sekarang sudah ada empat muncikari yang kami jadikan tersangka," kata Luki, Jumat (18/1/2019).

Luki mengatakan jaringan prostitusi online artis ini cukup besar. Pasalnya melibatkan sedikitnya 45 artis dan 100 model. Luki mengaku pihaknya kini masih berfokus pada penelusuran data-data tambahan untuk mengungkap jaringan ini hingga akarnya.

"Jaringan bisnis prostitusi online di sini kami fokus kepada jaringan itu sendiri," lanjutnya.

Selain itu, dari ditangkapnya Windy, Luki menyebut akan ditemui banyak data tambahan. Kini pihaknya masih mengorek data dari muncikari yang tertangkap tersebut. "Jadi akan kami kembangkan terus ini adalah merupakan jaringan bisnis prostitusi online yang besar dan masing-masing muncikari punya istilahnya dan punya data masing-masing," paparnya.

Masih kata jendral bintang dua ini, ada perkembangan artis baru yang tergabung. Namun, Luki menambahkan pihaknya masih berfokus untuk mendalami jaringan prostitusi ini hingga ke akar. "(Perkembangan artis lain) yang jelas ada, tapi kami lebih fokus kepada jaringannya," lanjut Luki.

Sementara itu, Luki menyebut dari empat tersangka muncikari yang telah diperiksa, masing-masing diketahui memiliki jaringannya sendiri. Jaringan tersebut menaungi anak buahnya sendiri-sendiri.

"Masing-masing muncikari punya data dan punya orang (anak buah) masing-masing, dia ini punya ini (PSK) nya masing-masing, yang jelas ada, kita akan kembangkan terus," pungkasnya. nt

Berita Populer