Kasus Surabaya Membara Belum Digelarkan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan dua kasus tertunda yang sempat menggegerkan warga Surabaya. Dua kasus itu adalah Insiden Viaduk Surabaya Membara dan dugaan pelecehan seorang kopilot oleh seorang dokter di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Meski terkesan lamban, dua kasus tersebut nyatanya memang sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menyebut jika dua kasus itu pekan depan baru digelar untuk pertama kalinya. Lambannya kasus tersebut lantaran polisi mengumpulkan para saksi yang jumlahnya puluhan, termasuk diantaranya beberapa saksi ahli untuk kasus pelecehan seksual.
"Ya memang kami sudah periksa total sekitar lima belasan orang dari dua kasus tersebut, semuanya butuh waktu karena mereka tidak semua bisa datang sesuai jadwal kami. tapi yang pasti proses tetap lanjut, minggu depan Insyallah akan kami gelarkan keduanya dalam waktu berbeda ya," ujar Sudamiran, Selasa (25/12).
Dari lima belasan saksi itu, sepuluh orang diperiksa dalam kasus Surabaya Membara, sedangkan sisanya adalah untuk kasus pelecehan seksual kopilot. "Untuk Surabaya Membara, ada panitia acara, keluarga korban, saksi di sekitar lokasi kejadian kemudian masinis dan kondektur KRD Sidoarjo-Bojonegoro yang melintas. Untuk dugaan pelecehan ada pelapor, keluarga pelapor, beberapa saksi ahli dan dokter termasuk terlapor," lanjutnya.
Disinggung terkait kemungkinan diantara kasus itu untuk diterbitkan SP3, Sudamiran masih enggan memastikan. "Lah gelarnya baru besok, masak sudah menyatakan SP3. Belum lah, nanti nunggu hasil gelar," tandasnya.
Gelagat kurangnya alat bukti, membuat dua kasus itu terkesan jalan ditempat hingga mengarah pada pemberhentian penyidikan perkara. Kasus pelecehan seksual misalnya, dalam kasus itu, polisi harus mendatangkan ahli IT dan ahli dari Dirjen Kominfo pusat. Sedang untuk kasus Surabaya Membara, polisi juga kesulitan menemukan unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan tiga warga Surabaya saat menonton drama kolosal Surabaya Membara ke 8 lalu.