•   Selasa, 19 November 2019
JawaTimur

Kembangkan Industri Kulit, Gubernur Siapkan SMK Khusus

( words)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjugan di Magetan. (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin dalam waktu dekat untuk membuat sekolah SMK baru dengan jurusan khusus kulit di Kabupaten Magetan. Hal ini menyusul potensi industri kulit di Magetan yang besar bahkan masuk sebagai komoditas ekspor terbesar di Jawa Timur.
Namun masih kurang diimbangi dengan sumber daya manusia yang mampu mengolah kulit dengan baik dan layak jual. "Ini karena pengolahan kulit di Magetan sendiri masih rendah. Artinya yang dijual dalam bentuk jadi nggak sampai 50 persen," kata Khofifah, Minggu (31/3).
Kebanyakan kulit yang dijual masih belum olahan produk jadi. Adapun yang sudah diolah dalam bentuk jadi, kualitasnya masih rendah dan kurang diminati oleh pasar. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagii Khofifah usai rapat dengan sejumlah bupati termasuk Bupati Magetan di Bakorwil Madiun beberapa waktu lalu.
Karena itu, dikatakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, butuh ada peningkatan skill bagi masyarakat Magetan dalam mengolah dan menghasilkan produk jadi berbahan kulit. Baik itu dalam bentuk pelatihan mendatangkan trainer. Serta melakukan investasi jangka panjang untuk peningkatan skill mengolah bahan kulit.
"Maka solusinya menurut saya adalah dengan mendirikan SMK khusus kulit. Di sana anak-anak di lingkungan Magetan bisa diajari menyamak kulit, dan melakukan proses produksi bahan kulit. Desain yang diajarkan juga yang kekinian yang mengikuti tren pasar dunia," ucap Khofifah.
Hal itu sangat mungkin dilakukan agar ke depan produk ekspor dari Magetan berupa leather goods bisa meningkat kualitasnya dan semakin memberikan nilai tambah bagi para pengusaha industri kecil menengah di bidang leather goods.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan, jika harus mendirikan sekolah SMK baru, bisa saja. Namun membutuhkan waktu yang lebih lama dan juga menunggu ploting anggaran.
Yang bisa dilakukan juga adalah dengan menambahkan jurusan baru di SMK yang sudah ada, yang linier, sehingga akan bisa mempercepat terlahirnya output sumber daya manusia dan lulusan yang memiliki skill dalam mengolah bahan kulit.
"Dan tentu juga kita juga akan memberikan pendampingan, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada pelaku IKM khususnya agar mereka bisa meningkatkan wawasan di bidang fashion kulit dan model-model yang mengikuti tren kekinian," tegas Khofifah.

Berita Populer