•   Minggu, 26 Januari 2020
Ekonomi Asia

Konflik Internal dan Kalah Saingan, Nissan Pecat 10 Ribu Karyawan

( words)
ILUSTRASI: Salah seorang pekerja tengah merakit mobil | Wikipedia


SURABAYAPAGI.COM, Tokyo - Pabrikan mobil terkemuka asal Jepang, Nissan, dilaporkan bakal mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebanyak 10 ribu karyawan mereka di seluruh penjuru dunia. Kebijakan PHK ini rupanya lebih banyak dari yang sebelumnya dilaporkan yaitu, 4.800 karyawan.

Berdasarkan laporanAFP, Rabu (24/7/2019), Nissa sendiri diketahui mempekerjakan sebanyak kurang lebih 139 ribu karyawan di semua cabang negara di Planet Bumi. Kebijakan PHK ini diambil untuk meminimalisir kerugian korporasi yang lebih besar.

Sebagai catatan, laba korporasi sendiri anjlok ke tingkat terendah dalam sepuluh tahun belakangan. Anjloknya laba ini disebabkan iklim usaha sedang lesu. Keadaan ini diprediksi bakal terus terjadi selama satu tahun mendatang.

Nissan sendiri baru bakal merilis raihan kuartal pertamanya pada hari Kamis (25/7/2019) besok. Walau begitu, juru bicara Nissan tidak bersedia mengeluarkan pernyataan apapun sebelum laporan keuangan diumumkan.

"Nissan belum mengambil kebijakan apapun dan tidak memberi pernyataan apapun untuk menghindari spekulasi media, sebelum laporan keuangan dirilis," ungkap juru bicara Nissan Koji Okuda, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, angka penjualan Nissan di Amerika Serikat dan Eropa dilaporkan terus mengalami penurunan. Keadaan ini pun diperparah dengan Carlos Ghosn, mantan bos Nissan, ditangkap lantaran diduga melakukan kejahatan keuangan. Nissan semakin terjerembab lantaran konflik dengan Renault, pabrikan otomoti Prancis, tak kunjung damai. Pasalnya, Renault mempunyai 43% saham dan menuntut perombakan setelah skandal Ghosn.

Berita Populer