•   Jumat, 28 Februari 2020
PERISTIWA

Lahan Rumah DP Nol Rupiah Sebelah Proyek Mangkrak

( words)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim lahan proyek pembangunan rumah tanpa uang muka atau DP nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, tak terkait proyek mangkrak. Hanya saja, kata Sandi, lokasinya bersebelahan.

Sandi memastikan proyek pembangunan rumah DP nol rupiah tidak mengalami kendala lahan apapun. Dia menyebut, lahan yang digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun adalah kawasan yang bersih dari sengketa.

“Yang mangkrak itu kan dari pembangunan sebelumnya, tidak ada sangkut paut sama DP nol ini. Lahan mangkrak itu luasnya 1,5 hektare. Nah, persis di sebelahnya lahan 1,4 hektare itu baru yang akan dibangun untuk DP nol dan dipastikan sangat clear and clean,” kata Sandi di kawasan Balai Kota, Jakarta, Senin (22/1).
Emprov DKI telah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Klapa Village, pembangunan rumah DP nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa. Peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan pada 18 Januari lalu.

Namun, muncul kritik terkait pembangunan rumah DP nol berbentuk rumah susun milik (rusunami) sebanyak 700 unit itu.

Sejumlah warganet berkomentar di Twitter. Beberapa di antaranya menyebut lahan yang digunakan Pemprov DKI untuk pembangunan rumah DP nol rupiah itu berada di lahan proyek mangkrak.

Sandi memastikan, lahan tersebut berbeda dengan lahan yang disebut-sebut oleh para pengkritiknya di media sosial. Hanya saja menurutnya, lokasi pembangunan rumah DP nol rupiah itu persis bersebelahan dengan lahan yang mangkrak tersebut.
Sandi mengatakan, pihaknya bahkan akan mengambil alih lahan seluas 1,5 hektar yang disebut-sebut mangkrak tersebut. Lahan itu kata Sandi bisa digunakan untuk pembangunan lainnya tanpa kerjasama dengan pengembang.

“Pemprov bisa ambil lahan itu, untuk pembangunan selanjutnya. Nanti saya bilang ke Pembangunan Sarana Jaya biar tidak usah kerja sama dengan pengembang,” kata dia.
Hal serupa juga dikatakan Direktur Utama PT Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan. Yoory menyebut lahan yang digunakan untuk pembangunan rumah DP nol bukan di atas tanah proyek mangkrak.

“Pembangunan Klapa Village itu bukanlah lahan mangkrak. Bahkan lahannya saja berbeda,” kata Yoory dalam keterangan tertulis.

Yoory mengatakan, dari lahan seluas 2,9 hektare lahan di kawasan Pondok Kelapa, sebanyak 1,5 hektare lahan berada di bawah proyek yang bekerja sama dengan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT) sebagai pengembang. Namun, Yoory menyebut proyek itu pun tidak berjalan dengan baik.

“Pembangunannya belum mulai sampai sekarang,” ujar Yoory.

“Jadi (rumah DP nol rupiah) ini bukan lahan PT GUT yang mangkrak. Yang PT GUT itu 1,5 hekater, yang DP nol itu 1,4 hektare,” katanya.

Berita Populer