•   Selasa, 15 Oktober 2019
Peristiwa Internasional

Mahasiswa Hong Kong Mogok Kuliah Dua Pekan

( words)
Foto: Ribuan


SURABAYAPAGI.com - Kelompok mahasiswa Hong Kong mengumumkan rencana untuk memboikot perkuliahan selama dua pekan, demi menjaga aksi protes di jalan tetap berlangsung dan memberi tekanan pada pemerintah.

Para pemimpin kelompok mahasiswa itu, yang mewakili sebagian besar kampus ternama di Hong Kong, mengatakan jika para mahasiswa akan melewatkan perkuliahan selama dua pekan, dimulai pada awal semester baru, yang dijadwalkan pada 2 September hingga 13 September.

"Waktu dua pekan seharusnya cukup bagi pemerintah untuk benar-benar memikirkan bagaimana mereka harus merespons," kata David Wong, penjabat presiden Persatuan Pelajar Universitas Hong Kong.

Aksi demo telah mewarnai kota Hong Kong selama tiga bulan terakhir, dengan kalangan mahasiswa menjadi yang terbanyak melakukan aksi turun ke jalan hampir setiap hari.

Ratusan mahasiswa berkumpul di luar Universitas Cina Hong Kong, sebagai salah satu yang terbesar di kota itu. Bergiliran mereka berpidato dari panggung dengan latar belakang hitam yang bertuliskan "Mahasiswa dalam Persatuan Boikot untuk Kota kami".

"Saya datang ke sini hanya untuk memberi tahu orang lain bahwa bahkan setelah liburan musim panas berakhir kami tidak kembali ke kehidupan normal kami, kami harus terus berjuang untuk Hong Kong," kata seorang siswa.

"Protes ini menyadarkan saya untuk lebih peduli pada masyarakat dan peduli pada mereka yang tidak bersuara."

Para mahasiswa juga mengancam bakal melakukan tindakan lebih jauh jika pemerintah tidak segera menanggapi lima tuntutan pengunjuk rasa, yakni di antaranya pencabutan UU Ekstradisi yang kontroversial, serta penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran polisi selama menangani aksi protes.

Para pengunjuk rasa menyerukan pemogokan, tetapi kebanyakan orang tampaknya kembali ke kehidupan sehari-hari mereka dengan membuka toko, kereta beroperasi dan para pekerja berjalan ke kantor-kantor di seluruh pusat keuangan global.

Ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan dan jaringan transportasi umum ke bandara Hong Kong pada hari Minggu dalam upaya untuk menarik perhatian dunia pada upaya mereka untuk memaksa Beijing untuk memberikan otonomi yang lebih besar kepada bekas koloni Inggris, yang kembali ke pemerintahan Cina pada tahun 1997.

Berita Populer