•   Kamis, 30 Januari 2020
Pemilu

Masa Depan Jatim di Nawa Bhakti Satya

( words)
Caleg DPR RI dapil 1 nomor urut 3 dari PKB Fandi Utomo, bersama pendukungnya di Kecamatan Manukan Surabaya.


Alqomar - Findia Putri,
Wartawan Surabaya Pagi.
Hari ini (13/2/2019), Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak bakal resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024. Pasangan yang memenangi Pilgub Jatim 2018 lalu dilantik sore ini oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Kini masyarakat Jawa Timur menunggu janji-janji Khofifah-Emil saat kampanye dulu. Mampukah Khofifah-Emil memenuhi ekspektasi masyarakat Jatim yang berpenduduk sekitar 39 juta jiwa ini?
----
Masa jabatan H. Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai wakil Gubernur Jatim berakhir Selasa (12/2/2019) pukul 24.00 WIB. Estafet kepemimpinan Jatim selanjutnya di bawah kendali Khofifah dan Emil Dardak. Banyak yang berharap duet kepemimpinan Khofifah-Emil Dardak bisa melanjutkan prestasi Soekarwo-Gus Ipul dalam satu dekade terakhir. Apalagi, kinerja Khofifah yang mocer saat menjabat Menteri Sosial. Begitu juga Emil Dardak saat memimpin Kabupaten Trenggalek.
Tak bisa dipungkiri banyak prestasi ditorehkan Pakde Karwo, panggilan Soekarwo, bersama Gus Ipul. Di sektor perekonomian, misalnya. Pertumbuhan ekonomi secara konsisten selalu di atas rata-rata nasional. Ketahanan ekonomi Jatim juga diyakini cukup kuat, karena ditopang industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kendati kurang didukung kondisi ekonomi makro dalam tiga tahun terakhir, namun hingga triwulan II tahun 2018 perekonomian Jatim masih mampu tumbuh 5,57 persen (year on year). Angka tersebut meningkat 0,5 persen dari pertumbuhan ekonomi Jatim pada semester I yang mencapai 5,52 persen.
Dalam empat tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jatim masih di atas rata-rata nasional. Rinciannya, pada 2015 pertumbuhannya mencapai Rp5,44 persen, sementara nasional masih 4,79 persen. Sebelumnya, Jatim tumbuh 5,86 persen, sedangkan nasional hanya 5,02 persen. Begitu pula pada 2012 dan 2013, pertumbuhan ekonomi Jatim masing-masing mencapai 6,64 persen dan 6,55 persen. Sedangkan nasional mencapai 6,03 persen dan 5,87 persen.
Kemudian kinerja perdagangan Jatim pada semester I tahun 2018 juga menunjukkan kinerja memuaskan dengan mencapai surplus Rp57,89 triliun, di mana net ekspor impor dalam negeri/antardaerah mampu mencapai Rp101,58 triliun.
Sementara itu, kinerja investasi Jatim pada semester I tahun 2018 juga mengalami capaian serupa. Berdasar realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp7,93 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,67 triliun, serta investasi nonfasilitasi mencapai Rp71,35 triliun, sehingga total realisasi investasi semester I tahun 2018 mampu menembus angka Rp95,95 triliun.
Fraksi Jatim
Melihat fakta itu, kalangan DPRD Jatim berharap Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak mampu menorehkan prestasi membanggakan seperti yang telah dilakukan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di dua periode kepemimpinannya. Ini terlihat dari prestasi Soekarwo yang empat kali berturut-turut menerima Parasamya Purnakarya Nugraha. "Itu (Parasamya Purnakarya Nugraha) penghargaan prestisius yang cukup tinggi. Nah, diharapkan ke depan Bu Khofifah juga minimal sama prestasinya," tegas Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD Jatim, Freddy Poernomo.
Jabatan yang akan diemban Khofifah-Emil, lanjutnya, bukan ’hadiah’ tapi pilihan rakyat. "Bu Khofifah-Mas Emil ini pilihan rakyat, tentu kami menyambutnya dengan baik, positif, tanpa lagi melihat rivalitas. Selesai sudah. Tidak ada gubernurnya Golkar, gubernurnya koalisi, tapi gubernur Jatim," tegas politikus Golkar tersebut.
Selain itu, Freddy berharap ke depan, Khofifah-Emil bisa membangun hubungan baik antara eksekutif dan legislatif seperti saat kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul. "Fraksi boleh beda di DPRD, tapi fraksi kita adalah fraksi Jatim. Bersama-sama kita berikan yang terbaik untuk Jatim," tandasnya.
Menurut Freddy, sebagai mitra pemerintahan daerah, tidak ada istilah atasan dan bawahan. "Yang ada check and balances. Saling mengontrol dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah. Gubernur bisa mengontrol DPRD, DPRD juga bisa mengontrol gubernur," papar dia.
Ekspekstasi Publik
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga berharap banyak dengan kepemimpinan Khofifah sebagai Gubernur Jatim. Salah satunya soal SMA/SMK yang kini dikelola Pemprov Jatim. Risma berharap Pemkot Surabaya bisa mengelola lagi kewenangan itu. “Memang kewenangan itu ada di Gubernur. Nah, Gubernur itu tinggal policy-nya (kebijakan) seperti apa. Karena undang-undangnya sudah disebutkan bahwa pendidikan untuk SMA/SMK di (kelola) Provinsi. Jadi yang bisa adalah dilakukan penyerahan (kewenangan pengelolaan),” ucap Risma di ruang kerjanya Balai Kota. Risma sendiri sempat menggelar pertemuan dengan Khofifah pada Minggu (10/2) lalu.
Ekspektasi serupa dinyatakan Ketua Golkar Kota Surabaya, Blegur Prijanggono. Ia berharap kelak Jawa Timur bisa semakin maju lagi. “Konsep Nawa Bhakti Satya yang dibawa sedari awal saya harap bisa diaplikasikan secara maksimal seperti rencana,” kata Blegur, Selasa (12/2) kemarin.
Menurut Blegur, konsep Nawa Bhakti Satya sangat luar biasa. “Konsep itu dapat lebih maju dan berkembang daripada sekarang. Konsep ini harus segera dijalankan. Harus tancap gas sejak saat dilantik. Tentunya masa depan Jawa Timur bisa sangat luar biasa,” tandas Blegur yang saat Pilkada dulu sebagai Ketua Sekber Partai Pengusung Pemenangan Khofifah-Emil di Kota Surabaya.
Lanjutkan Program Pakde
Sebelum memenangi Pilgub Jatim, Khofifah sempat menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan hal yang baik yang sudah dilakukan di era Soekarwo. Hal itu disebut sejalan dengan ajaran agama. "Dalam kaidah Ushul Fiqih disebutkan, Al Muhafadhotu Alal Qodimis Sholih," sebut Khofifah kala itu (10/1/2018).
Pada prinsipnya, jelas Khofifah, kadiah ini berpesan untuk melanjutkan hal yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik, dengan usaha positif seluruh masyarakat Jawa Timur.
Hingga kemudian lahir program andalan dari Khofifah-Emil Dardak untuk Jawa Timur, yakni Nawa Bhakti Satya. Bahkan, program ini sudah dicocokan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019. n

Berita Populer