•   Sabtu, 29 Februari 2020
Ekonomi NKRI

Memaparkan Data APBN Negara Tetangga, Indonesia Jauh Lebih Baik

( words)
Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D adalah Menteri Keuangan, wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan data-data APBN negara tetangga dan peer countries dalam konferensi pers laporan APBN 2019 di kantor Kemenkeu, Selasa (7/1/2020). Hasilnya, Indonesia masih jauh lebih baik jika dilihat dari sisi defisit APBN.

"Indonesia jauh lebih baik," kata Sri Mulyani.

Berdasarkan data, dia memaparkan, defisit APBN 2019 di Indonesia hanya 2,2% terhadap PDB. Sementara Vietnam mencapai 4,4% PDB. Kemudian China mencapai 6,1% PDB, Afrika Selatan 6,2% PDB, India 7,5% PDB, Amerika Serikat 5,6% PDB, dan Brasil 7,5% PDB.

Baca juga :
-Capai Rp 2,7 M Retribusi Pasar Di Gresik Alami Kebocoran
-BPJS Ketenagakerjaan Beri Tunjangan Korban PHK di 2020

Total pendapatan negara hingga akhir 2019 mencapai Rp 1.957,2 triliun atau tumbuh 0,7% year on year (yoy). Realisasi pendapatan negara hanya memenuhi 90,4% dari target pendapatan dalam APBN yang secara keseluruhan sebesar Rp 2.165,11 triliun.

Sementara, belanja negara tumbuh 4,4% yoy atau mencapai Rp 2.310,2 triliun. Realisasi belanja tersebut hanya memenuhi 93,9% dari pagu sebesar Rp 2.461,1 triliun.

Pertumbuhan belanja negara sepanjang tahun 2019 lebih lambat dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 10,3% yoy.

Hingga akhir 2019, keseimbangan primer berada dalam posisi defisit sebesar Rp 77,5 triliun atau mencapai 385,3% dari target defisit keseimbangan primer yang sebesar Rp 20,1 triliun. Pada periode yang sama tahun 2018, keseimbangan primer mengalami defisit jauh lebih kecil yaitu Rp 11,5 triliun.

Adapun, pembiayaan anggaran mencapai Rp 399,5 triliun atau 134,9% dari pagu yang sebesar Rp 296 triliun. Realisasi pembiayaan anggaran tumbuh 30,7% yoy, berbanding terbalik dengan tahun 2018 di mana pertumbuhan pembiayaan anggaran mengalami kontraksi yaitu -16,6% yoy.

Berita Populer