•   Kamis, 17 Oktober 2019
Agrobisnis

Meski Penyumbang Utama, Cabai Bakal Berhenti Membuat Inflasi

( words)
Ilustasi cabai SP/Slps


SURABAYAPAGI.com - Cabai saat ini masih menjadi penyumbang utama dari inflasi di Agustus 2019 dengan besaran 0,12%. Dimana bagiannya antara cabai merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,320% dan 0,06%.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menyatakan, inflasi pada komoditas cabai terjadi karena imbas dari panen raya beberapa bulan lalu. Maka hal itu membuat harga cabai anjlok karena pasokan berlimpah.

"Memang cabai itu karena imbas dari panen yang berapa bulan lalu, panen raya harga anjlok, sehingga petani tidak merawat tanamannya. Di tambah lagi kemarau sekarang agak panjang sehingga petani tidak menanam cabai, agak kurang tanamannya," jelasnya ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Disisi lain, Prihasto juga memprediksikan bahwa ontribusi komoditas cabai merah ataupun rawit terhadap inflasi tidak akan tinggi lagi, seperti yang terjadi pada Agustus.

Hal ini terjadi karena musim panen raya cabai akan terjadi dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan lagi.

Prihasto mengatakan, Kementan terus mendorong tingkat produksi para petani hortikultura, terutama cabai. Diprediksi, panen raya akan terjadi di sejumlah daerah, dari Banyuwangi, Tuban, Cianjur hingga Kulon Progo.

Dia meyakini pasokan cabai akan mulai bertambah, mengingat akan adanya panen pada akhir September-Oktober mendatang. Sehingga harga cabai diharapkan bisa kembali normal.

Prihasto mengakui, peranan cabai terhadap inflasi dikarenakan imbas dari masa panen yang terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu, harga cabai anjlok sehingga para petani tidak merawat tanamannya kembali. Kondisi itu diperparah dengan musim kemarau yang agak panjang. "Sehingga, produksinya kurang," ucapnya.

Ditemui berbeda, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda menyebutkan, komoditas hortikultura memang menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas inflasi.

Tidak hanya pada musim kemarau, Huda menekankan pemerintah juga harus waspada pada musim penghujan. Sebab, sejumlah komoditas juga kerap mengalami masalah saat memasuki masa-masa di mana intensitas hujannya tinggi.

Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah pengadaan storage atau gudang. "Untuk menjaga stok produk hortikultura," ucapnya mengutip Republika.co.id, Selasa.

Namun, kondisi tersebut akan membaik pada September atau Oktober. Senada dengan prediksi Kementan, Huda menyebutkan, beberapa daerah sudah memasuki masa penghujan yang menunjukkan tanda-tanda masa panen cabai akan mulai. "Nampaknya, akan semakin turun inflasi dari harga cabai," tuturnya.

Berita Populer