•   Kamis, 9 April 2020
Surabaya

Nyaris Kehilangan Nyawa akibat Ditabrak Bandar Narkoba

( words)
Bripka Yulianto membantu ibu-ibu menyeberang jalan, kemarin.(SP/JULIAN)


Suka Duka Jadi Polisi Lalu Lintas di Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, - Masih ingat video seorang anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menghadang bandar narkoba di Jalan Gemblongan, pertengahan Februari lalu? Dalam video yang diambil dari CCTV Trafic Light memperlihatkan aksi heroik Bripka Yulianto yang mempertaruhkan nyawanya demi menghentikan laju pelaku kriminal. Siapa dia?
-----------
Laporan : Firman Rahman

Senin (12/3) kemarin, langit kota Surabaya masih mendung meski tak turun hujan lebat seperti hari-hari sebelumnya. Tak heran jalanan di kota pahlawan menjadi padat oleh arus lalu lintas. Di tengah kepadatan jam pulang kerja, sore itu terlihat dua orang polisi Lalu Lintas berdiri di simpang jalan Manyar-Kertajaya. Siapa sangka, salah seorang yang berdiri mengatur arus lalu lintas itu adalah polisi yang sempat viral di media sosial karena keberaniannya. Dialah Bripka Yulianto.

Surabaya Pagi menyapa pria 38 tahun itu. Sosok yang ramah dan murah senyum menjadi modal Bripka Yulianto dalam menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Hampir satu bulan pasca benturan hebat akibat menghadang buronan bandar narkoba, Bripka Yulianto memilih untuk kembali bertugas.

"Satu minggu setelah kejadian itu, saya sudah kembali bertugas, pimpinan dan rekan sempat ragu dan meminta saya untuk istirahat dulu, tetapi saya pikir, daripada diam, lebih baik bekerja melayani masyarakat," cerita Yulianto.

Di tengah padatanya lalu lintas dan asap yang mengepul dari knalpot mobil dan motor, Bripka Yulianto tetap tegak memberikan aba-aba memgatur jalannya lalu lintas. Yulianto, melawan rasa nyeri yang kadang terasa demi sebuah tugas. Padahal, Bripka Yulianto masih harus melakukan terapi akibat trauma tulang yang dialaminya itu.

"Ini masih nyeri mas, cuma ya saya buat gerak, karena terbiasa disiplin. Ini sudah resiko sebagai pelayan masyarakat," imbuhnya.

Disela aktifitasnya, Bripka Yulianto menceritakan awal aksi heroiknya itu, meskipun ia sedikit enggan dibilang heroik. "Itu ya spontan saja, saya berpikir bagaimana pelaku ini bisa dihentikan agar tidak ada korban lain," katanya.

Sebelum kejadian tersebut, Bripka Yulianto dan rekannya membantu anggota reskrim Polsek Simokerto untuk menghadang buronan bandar narkotika. Pelaku menggunakan mobil jenis sedan berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi berhasil dihentikan oleh dua polisi termasuk Bripka Yulianto di delan PLN Gemblongan.

"Waktu rekan saya turun, mau mengambil kunci agar tidak bisa kabur, pelaku justru malah menancapkan gas, teman saya jatuh, saya kejar. Pas di Trafic Light, ada mobil pick up, saya teriak supaya berhenti, mungkin karena takut, dia malah minggir, saya langsung hadang saja agar berhenti. Tapi pelaku malah makin nekat, motor saya terjatuh, saya tergeletak, dan sempat terbentur pinggul saya sampai terseret. Saya pasrah, karena bumper depan mobil itu sudah di depan mata saya," cerita polisi yang sudah mengabdi selama 18 tahun itu.

Tak ada hal lain yang ada dipikiran Bripka Yulianto saat itu, selain menghentikan laju pelaku tersebut. Baginya, pengabdian adalah nomor satu dan segala resiko sudah dipersiapkan. "Saya tidak berpikir kalau akan ada pelaku senekat ini, karena yang saya pikir, pelaku ini harus dihentikan agar tidak ada korban lain, sebab sebelumnya pelaku ini menabrak beberapa motor juga," lanjutnya.

Setelah kejadian, Bripka Yulianto dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Istri Bripka Yulianto menangis mendengar kabar suami tercintanya terlibat kecelakaan yang membuatnya harus dirawat. "Saya tidak hubungi istri saya dulu karena dia punya asma, saya takut malah kepikiran. Tapi rekan-rekan saya yang menghubungi dan memastikan kalau saya cukup baik kondisinya. Saat ketemu di rumah sakit ya sempet nangis mas," ujar anggota unit Patroli Satlantas Polrestabes Surabaya itu.

Karena aksi heroiknya, Bripka Yulianto kemudian mendapat apresiasi dari pimpinan. Mulai Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia, Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kompol Yhogi Hadisetyawan dan rekan sejawatnya.

Selain disiplin dalam bertugas, Bripka Yulianto juga dikenal sebagai anggota yang mahir bermain sepak bola. Bahkan, pria kelahiran Lamongan itu ditunjuk sebagai pemain yang mewakili turnamen futsal antar Polri dan TNI se Jawa Timur.

Dengan insiden 15 Februari lalu itu, membuat Bripka Yulianto belum dapat bermain bersama rekan-rekannya membela korps Polrestabes Surabaya. Namun demikian,ia tetap datang dan memberi dukungan bagi kawan-kawannya.

"Kena sprint juga mas, tapi belum bisa ikut main karena masih terasa nyeri dan butuh beberapa kali terapi lagi untuk pemulihan. Tapu saya datang untuk dukung teman-teman," tukasnya sambil tertawa. n

Berita Populer