Pakai Obat Bius, Komplotan Curat Gasak Mobil

SURABAYAPAGI.com - Meski pernah ditahan belasan tahun di penjara, tak membuat Mochamad Ari Ariasteja (32) gentar melakukan aksi kejahatan. Warga Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan itu pernah menjadi tahanan Polda Metro Jaya lantaran melakukan penjambretan hingga korbannya tewas.
Keluar dari penjara, Ari kini kembali beraksi. Ia menyasar mobil milik driver online. Modusnya dengan membius korban menggunakan obat bius yang sudah disiapkannya. Aksi Ari tak sendiri. Ia dibantu Asum (38), warga Jalan Kelapa Gading Barat, Jakarta.
Modus yang digunakan keduanya tergolong unik. Korban yang merupakan driver mobil online diminta untuk mengantarkan ke sebuah hotel di Gresik. Keduanya meminta agar tarifnya dihitung secara offline dengan komisi menggiurkan. Karena percaya, korban pun mau saja.
"Pertama korban disuruh untuk mengantarkan ke Gresik. Karena tak curiga, korban lantas mengantarkan keduanya dengan permintaan bayaran secara offline," beber Bima, Jumat (15/3).
Petaka korban terjadi keesokan harinya. Saat itu, kedua tersangka meminta korban menjemput dan mengantarkan ke sebuah hotel di Surabaya Selatan. Karena pernah menservice keduanya, korban pun mau menuruti permintaan kedua tersangka.
"Sampai di hotel, korban diajak makan dulu. Tetapi saat itu, satu pelaku mengalihkan fokus korban. Sedang satu lagi menggerus obat bius yang kemudian dicampurkan ke makanan korban. Setelah dimakan, korban merasa pusing dan tak sadarkan diri. Saat itulah, mobil korban dibawa kabur," lanjut Bima.
Penangkapan keduanya dilakukan polisi sesaat usai mendapat laporan korban. Mereka ditangkap saat hendak membawa mobil tersebut ke Bangkalan Madura. Saat ditangkap, keduanya berusaha melawan. Alhasil, keduanya terpaksa ditembak pada kedua kakinya.
"Dari pengakuan sudah dua kali beraksi. Selain itu, obat bius didapat di sebuah toko obat kuat di Jakarta. Ini memang sudah direncanakan," tandas lulusan Akpol 2013 itu.