•   Kamis, 23 Januari 2020
Otonomi Daerah

Pasca Ledakan Bom di Polrestabes Medan, Polres Jombang Perketat Keamanan

( words)
Petugas pos penjagaan saat memeriksa tamu dengan detektor saat hendak masuk ke Polres Jombang. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pasca terjadinya ledakan yang diduga dari bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada pukul 8.35 WIB, pagi tadi, maka Kepolisian Resort (Polres) Jombang melakukan pengamanan yang sangat ketat.

Pengamanan tersebut dilaksanakan dengan memeriksa terhadap tamu di pintu gerbang yang hendak memasuki halaman Polres Jombang.


Image

Dalam pengamanan tersebut, petugas pos penjagaan dengan rompi anti peluru, dilengkapi dengan senjata laras panjang beserta membawa alat metal detektor sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tamu.

Tamu yang diperiksa tersebut mengendarai sepeda motor maupun mobil saat hendak memasuki gerbang Polres Jombang.

Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono mengatakan, keamanan yang diperketat kali ini memang sengaja dilakukan. Hal itu terkait peristiwa di Maporesta Medan.

"Sesuai dengan standar operasional program (SOP) keamanan di Polres Jombang, kami memberikan empat penekanan terhadap penjagaan agar tidak terjadi lagi dengan kasus yang serupa disana," katanya, di Mapolres Jombang, Rabu (13/11/2019) siang.

Menurut penjelasan Budi, yakni meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan mako, khususnya di penjagaan. Dengan melaksanakan pemeriksaan baik itu barang-barang bawaan maupun kendaraan yang bakal masuk ke dalam Mapolres.

"Kedua, kita melarang ojek online (ojol) untuk memasuki mako dengan alasan apapun. Jadi apabila driver ojol mengantar barang, otomatis yang pesan harus menerima di luar maupun keperluan transportasi jasanya," jelasnya.

Yang ketiga, lanjut Budi, Polres Jombang menginstruksikan kepada jajaran kapolsek agar meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan mako sesuai SOP yang ada.

"Keempat, polisi tetap mengedepankan peran serta masyarakat kota santri untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dini, serta melaporkan informasi jika apabila ada seseorang yang dicurigai sebagai pelaku teror," ujarnya.

Budi menghimbau, supaya warga tetap tenang dan tidak terpengaruh atau panik. "Jangan takut dengan adanya ancaman teror tersebut," pungkasnya.(suf)

Berita Populer