Fadli Zon meragukan independensi lembaga survei

Pasrah, BPN Lebih Memilih Menunggu Hasil Real Count KPU

Hasil hitung cepat yang diselenggarakan oleh sejumlah lembaga survei independen pada pukul 15.00 Wib, seluruhnya menunjukkan keunggulan untuk paslon 01 Jokowi – Ma’ruf atas paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Namun, hasil quick count ini ditanggapi dingin oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Soalnya, quick count belum bisa menunjukkan hasil akhir dari sebuah kontestasi pemilu presiden.
“Berapa sih sampelnya? 1.200 TPS? 3000 TPS? Sementara jumlah total TPS di seluruh Indonesia itu 800 ribu lebih. Kita mengandalkan real count KPU. Kita akan lihat hasil finalnya. Soalnya, selisih yang kecil bisa saja terjadi deviasi. Sekali lagi, kami bertumpu pada hasil real count. Soalnya, ada bukti foto dan scan,” ungkap Fadli Zon.
Selain itu, sambung Fadli, proses pemilu presiden itu masih panjang dan tidak berhenti pada quick count. Menurut Fadli, terlalu dini untuk menyimpulkan salah satu paslon sudah menjadi pemenang. Apalagi, ditemukan sederet tindak kecurangan di daerah. Selain itu, dia juga meragukan independensi lembaga survei karena tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai independen.
“Mari kita lihat, proses ini belum selesai. Terlalu cepat untuk menyimpulkan. Kalau sekarang sudah bisa disimpulkan, buat apa kita menunggu hasil KPU,” tukas Fadli. Bahkan, ada kecurangan-kecurangan seperti surat suara yang sudah tercoblos di daerah. Nanti BPN akan melakukan akumulasi dari masalah-masalah itu.”