•   Jumat, 15 November 2019
Otonomi Daerah

PDU Sampah Ronggohadi Masih Belum Maksimal Pengelolaannya

( words)
Banguna PDU Ronggohadi di ring road Tambakboyo Tikung Lamongan terlihat masih tutup dan tidak ada aktivitas apa-apa. Foto ini diambil pada 17 Juli 2019 pukul 07.45 Wib. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Pusat Daur Ulang (PDU) Ronggohadi milik Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, di Jalan Ring road Mbakboyo teryata pengelolaannya masih belum maksimal. Bagaimana tidak dalam sehari saja tidak lebih 1 ton sampah pilahan dari RT/RW dan sekolah yang masuk.

Padahal semestinya PDU yang bagunanya diresmikan Wakil Presiden Yusuf Kalla pada 27 Februari 2017 lalu itu, kapasitas pengelolaan sampah sampai 5 ton sehari. Saat dilidik oleh Surabaya Pagi salah satu faktornya karena ketidak tahuan masyarakat akan fugsi bangunan itu apalagi tempatnya jarang masyarakat melewatinya.

"Saya tahunya itu ada bagunan, tapi untuk apa dan manfaatnya apa itu yang saya tidak tahu, karena memang tidak ada sosialisasi sebelumnya,"kata Rokhim warga sekitar lokasi bagunan PDU.

Bahkan kata Rokhim, bangunan itu jarang terlihat aktivitasnya, kalau ada aktivitas itupun tidak setiap hari. Untuk membuktikan itu, Surabaya Pagi setiap hari hampir satu minggu lamanya melewati bangunan PDU itu.

Dan benar memang sekitar jam 07.30 Wib, bahkan sempat jam 08.00 wib, Surabaya Pagi tidak menemukan atau menjumpai adanya aktivitas yang konon bisa menghasilkan pupuk kompos, dan sampah non organik bisa dibawa ke TPA di Tambakboyo.

Namun setelah Surabaya Pagi mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup, besoknya baru ada aktivitas, itupun pekerjanya hanya bersih-bersih tempat yang terlihat kumuh yang memperlihatkan kalau PDU itu sebelumnya tidak ada aktivitas.

Malius, Kasi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Lamongan saat dikonfirmasi menampik kalau tidak ada aktivitas. Tapi ia juga tidak menyalahkan kalau PDU ini belum maksimal pengelolaanya. "Ada kok setiap hari aktivitas di PDU, kalau pengelolaannya ia memang belum maksimal,"terangnya.

PDU Ronggohadi kata Malius, beroperasi tiap hari dengan jam operasi mulai pukul 07.00 sampai 13.00 Wib. Kalau ada seperti itu akan menjadi bahan evaluasi DLH kalau teryata pekerja di PDU tidak melakukan aktivitas setiap hari

"Dan kebetulan bukan saya yang menangani PDU Bank Sampah Induk, coba jenengan konfirmasi ke bu Puji Sebagai Kabid Pengelolaan Sampah,"pinta Malius kepada Surabaya Pagi.

Puji Kabid Pengelolaan Sampah saat dikonfirmasi juga membantah kalau PDU Bank Sampah tidak ada aktivitas."Ada mas, pean lewat sana jam berapa, kalau sore sudah tutup, yang jelas sampai saat ini PDU Ronggohadi masih aktivitas,"terangnya.

Ia lalu meminta Surabaya Pagi untuk datang jam Jam 09.00 -10.00 Wib, kalau tidak ada aktivitas silahkan telpon ke saya,"kata Puji yang dalam mutasi Jumat lalu diantik menjadi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan.

Padahal jam kerja karyawan di PDU Ronggohadi seperti yang disampaikan oleh Malius Kasi Persampahan 07.00-13.00 wib. " Kalau pagi sudah ada sampah masuk ya di proses, tapi kalau sampah masuknya agak siang ya prosesnya siang, tapi mereka tetap mengerjakan pekerjaan lain di dalam untuk memilah sampah,"terangnya.

Meski demikian ia juga tidak menampik kalau pengelolaan sampah di PDU ini belum maksimal. Yang jelas kata Puji PDU itu masih beroperasi kalau belum maksimal iya karena PDU memproses pemilahan sampah yang tidak tertangani oleh pemilahan di bank sampah unit pada setiap RT dan RW. "Dominan yg masuk PDU dari sekolah dan perkantoran,"pungkasnya.jir

Berita Populer