•   Rabu, 1 April 2020
Ekonomi NKRI

Penipu Juga Memasuki Era Digital, Gojek Beri Himbauan Ini

( words)
Ilustrasi peretasan akun SP/Medkom


SURABAYAPAGI.com - Ramainya pengguna dompet digital membuat para maling dan komplotannya memutar otak untuk menggasak keuntungan dari para korbannya.

Pasalnya, kini maling juga serasa memasuki era digital, dan dengan mudahnya mereka membobol akun korbannya danBimsalabim! seketika saldo dompet digital lenyap.

Tak ayal OJK dan Kemenkeu terus menghibau masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dan mengamankan akun dompet digitalnya dengan penuh kehati-hatian.

Gojek menjadi salah satu platform penyedia dompet digilat besutan Nadiem Makarim dan asli punya Indonesia yang sempat kebobolan.

Modusnya, penipu menggunakan ponselnya untuk menelpon korban dengan mengatasnamakan Gojek Indonesia.

Ditinjau dari rekaman percakapan telepon yang beredar di WhatsApp, penipu itu awalnya mengaku sebagai karyawan Gojek. Kemudian, ia bertanya soal beberapa hal, seperti periode penggunaan Gojek, hingga seberapa sering si korban menggunakan Gopay.

Lalu, penipu mencoba mengimi-imingi korban dengan hadiah besar. Nominalnya bervariasi, bahkan bisa mencapai Rp3,3 jutaan. Penipu menggunakan modus hadiah (reward) jika pengguna sudah lama menggunakan platform Gojek dan layanan-layanan di dalamnya.

Kemudian, penipu akan mulai meminta kode verifikasi akun Gojek yang disebut One Time Password (OTP). Seharusnya, pengguna tak membagikan kode itu untuk menghindari peretasan akun.

Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Gojek Indonesia membuat Gojek memberi peringatan tegas kepada pelanggannya untuk tidak pernah percaya dengan telepon masuk yang mengaku sebagai karyawan Gojek Indonesia.

"Jika Anda mendapatkan telepon dari pihak yang mengatasnamakan pihak GOJEK dan menanyakan kode verifikasi atau kode rahasia Anda seperti contoh di atas, JANGAN pernah memberi tahu kode tersebut kepada penelepon karena pihak GOJEK tidak pernah meminta kode verifikasi atau kode rahasia Anda untuk kepentingan apapun," tulisGojek dalam blog resminya.

Jika disimpulkan, penipuan tersebut memiliki pola sebagai berikut:
Bertele-tele meminta informasi korban. Modus Mendapatkan Hadiah. Meminta Kode Verifikasi Bersikeras Meminta Kode

Berita Populer