•   Sabtu, 14 Desember 2019
Peristiwa Politik

Penjaringan Bacabup Golkar Kebanjiran Pendaftar

( words)
Ketua DPC PPP Achmad Nadlir (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran bacabup kepada Ketua DPD Partai Golkar Ahmad Nurhamim, Senin (11/11). SP/M.AIDID


SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Jelang penutupan masa penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Gresik periode 2021-2026, Partai Golkar kebanjiran pendaftar. Seperti yang terjadi hari ini, Senin (11/11), sejumlah bacabup - bacawabup mendatangi kantor DPD Partai Golkar di Jl Panglima Sudirman Gresik.

Mereka adalah tiga bacabup, yakni Achmad Nadlir, Effendi Noer, Sueb Abdullah, dan seorang bacawabup Suberi. Total yang sudah mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran sebanyak 8 orang.

Calon yang datang awal adalah Achmad Nadlir. Politisi sekaligus ketua DPC PPP Gresik ini datang langsung dengan diantar beberapa pendukungnya.

Dia diterima langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Ahmad Nurhamim di ruangan rapat. "Karena merasa cocok chemistrinya dengan Golkar makanya saya datang sendiri untuk mendaftar," ujar Nadlir berbasa-basi di hadapan tuan rumah dan awak media.

Sebelumnya memang Nadlir juga mendaftar sebagai bacabup melalui PDIP dan Partai Nasdem. Hanya saja dia mewakilkan pada tim sukses ketika mendaftar.

Usai Nadlir, muncul bacabup Effendi Noer. Pada kesempatan pertama ini, pengusaha sarang burung asal Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu ini hanya mengambil formulir pendaftaran. Selanjutnya dia berjanji akan mendaftar sebelum 15 Nopember sebagai batas akhir pendaftaran.

Pendik, demikian panggilan bacabup Effendi Noer, mengaku sudah mengantungi dukungan sekitar 10 persen dari para pengusaha wilayah Gresik Utara. "Insya Allah kalau saya mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar atau parpol lainnya, saya berjanji akan giat menggalang dukungan kemana-mana," ucapnya.

Pendaftar ketiga yang muncul adalah Suberi. Dia datang berombongan sembari membawa nasi tumpeng untuk santap siang betsama. Suberi mendaftar sebagai bacawabup. Sebagai anggota Partai Demokrat dan anggota DPRD, dia mengaku sudah mendapatkan restu pencalonan dari pengurus DPP PD dan ketua DPC PD Gresik Edi Santoso.

Lalu kenapa dia cukup mendaftar sebagai bacawabup? "Ya saya tahu dirilah, partai saya kan cuma dapat 4 kursi di dewan. Kalau misalnya jadi berkoalisi dengan Golkar yang memiliki 8 kursi, maka wajarlah kalau saya memilih sebagai calon wakil bupatinya," ujar Suberi yang sudah tiga periode menjabat wakil rakyat di parlemen setempat.

Peserta terakhir yang muncul adalah pengusaha Sueb Abdullah yang sebelumnya berencana maju lewat pintu perseorangan dengan mengusung Rektor Unitomo Surabaya sebagai bacabup. "Karena tidak mendapatkan respons yang baik maka pilihan melalui jalur independen kami batalkan," ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Jika rencana semula Sueb maju sebagai bacawabup lewat jalur perseorangan kemudian dia mengubah haluan menjadi bacabup dan bakal mengikuti seleksi lewat pintu Partai Beringin.

Kepada semua pendaftar dan yang mengambil formulir ke kantornya, Ahmad Nurhamim selalu mengatakan bahwa partainya memastikan bakal bertindak fair play dalam menyeleksi setiap bacabup-bacawabup yang mendaftar melalui Partai Golkar.

"Percayalah bahwa proses penjaringan ini akan ditentukan secara fair play melalui seleksi oleh pengurus DPW, dan putusan akhir akan ditetapkan pengurus DPP berdasarkan hasil survei elektabilitas masing-masing calon," pungkas Nurhamim yang juga wakil ketua DPRD Gresik.did

Berita Populer