•   Selasa, 15 Oktober 2019
KediriRaya

PG Pesantren Berikan 5.000 Liter Air Bersih

( words)
Lokasi pengisian tetes tebu milik PG Pesantren Baru yang berdekatan dengan pemukiman warga. (SP/CAN)


Pasca Sumur Warga Tercampur Limbah Tetes Tebu

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Langkah cepat dilakukan Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru untuk warga terdampak kesulitan air bersih. Sebanyak 5.000 liter air bersih dari PDAM didatangkan untuk memenuhi kebutuhan warga lingkungan Majekan RT 27 RW 5 Kelurahan Pesantren Kota Kediri.
Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) di Lingkungan Majekan mengalami kesulitan air bersih setelah sejumlah sumur milik warga tercampur yang diduga limbah tetes tebu. Sumur mereka tercemar hingga berwarna keruh dan berbau menyengat. Lokasi sumur yang tercemar tak jauh dari lokasi pengisian limbah pabrik berupa tetes tebu.
Selama tiga minggu terakhir mereka tidak dapat mandi maupun mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Air sumur berubah warna menjadi kuning dan keruh serta berbau busuk. Tak hanya sumur di permukiman warga saja, tetapi air di tempat ibadah gereja juga tidak luput dari pencemaran ini.
General Manager PG Pesantren Baru, Kota Kediri, Koes Darmawanto mengatakan, pihaknya sudah memberikan fasilitas warga akibat dampak tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih diberikan pada warga untuk dapat digunakan. "Hari ini tadi langsung kita berikan air bersih untuk seluruh warga yang terdampak. Kita juga bermusyawarah dengan warga untuk membuat sumur baru dengan kedalaman lebih dari 25 meter," ujarnya di kantor PG Pesantren Baru, Selasa (30/1/2018).
Koes Darmawanto menambahkan, penyebab sumur warga menjadi tercemar terdapat banyak faktor. Selain ditutupnya saluran air oleh warga, juga karena adanya tumpahan tetes tebu yang meresap ke tanah. "Semua akan kita perbaiki. Untuk lokasi pengambilan tetes nanti bawahnya akan kita plester agar tidak bisa meresap ke tanah. Sementara untuk selokan yang ditutup warga akan kita buatkan saluran air yang nanti langsung menuju Sungai Kresek," tambahnya.
Lanjut Koes, volume tetes yang keluar relatif sangat kecil sekali. Karena hanya tetes sisa membersihkan dari tangki. Pihaknya menegaskan jika sumur yang keruh dan berbau itu sebenarnya bukan karena limbah. Pasalnya, posisi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) milik PG Pesantren jauh berada sekitar 300 meter di sebelah timur dari lokasi sumur milik warga.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Didik Catur mengaku belum bisa memastikan penyebab tercemarnya sumur milik warga. "Kita masih tunggu hasil dari uji Labkesda. Jadi kita belum bisa memastikan apakah karena limbah atau bukan. Secepatnya uji laboratorium ini akan keluar, paling lama tiga hari," tandasnya. Can

Berita Populer