•   Senin, 18 November 2019
Ekonomi NKRI

Semen Tiongkok Sengaja Dijual Murah supaya Semen Indonesia Bangkrut!

( words)
Ilustrasi | WSJ


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Keadaan pasar semen dalam negeri diketahui mengalamioversupply (kelebihan pasokan). Fenomena ini diduga kuat karena adanya produk-peroduk semen asal Tiongkok yang membanderol harga di bawah pasar semen nasional.

Pengusaha yang juga politisi Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan, pemerintah tak bisa berpangku tangan lantaran bakal membuat produk-produk semen nusantara gulung tikar. Pasalnya, Andre menuding telah terjadi predatory pricing yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan semen Tiongkok di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut sengaja menjual murah produk-produk semen mereka dengan tujuan untuk membuat kolaps korporasi-korporasi semen kakap di Indonesia.

"Pasar semen domestik dalam keadaan hampir bangkrut karena terjadipredatory pricing. Jadi begini, mereka perusahaan semen China terindikasi menjual produk-produk mereka dengan menerapkanpredatory pricing. Kalau hal ini terus dibiarkan, pasar semen dalam negeri yang dipimpin Semen Indonesia sebagai perusahaan BUMN, bisa hancur berantakan," ungkap Andre di Jakarta Kamis (18/7/2019).

Andre Rosiade menambahkan, dampak langsung dari kebijakan predatory pricing sepihak yang dilakukan oleh produsen semen Tiongkok adalah terjadinya penurunan yang tajam terhadap penjualan semen produk dalam negeri. Menurut Andre, pabrik semen di Aceh, Semen Padang, Semen Baturaja, Semen Gresik dan Semen Tonasa akhirnya harus menyiasati penurunan penjualan tersebut dengan menurunkan kapasitas produksinya.

"Coba lihat di situsmarketplace atau jual beli online. Harga semen produk dalam negeri itu berkisar Rp51 ribu, sedangkan semen asal Tiongkok berkisar di harga Rp34 ribu," ujarnya.

Di samping itu, Andre juga menduga kuat apabila produk-produk semen asal Tiongkok berniat mengambil alih penguasaan pasar semen di tanah air. Sebagai langkah awal, mereka ’mengetes ombak’ dengan menjual produk-produk mereka lebih murah dari produk-produk semen Indonesia.

Menurut Andre, jika produsen semen Tiongkok sukses membuat gulung tikar perusahaan semen dalam negeri, pada ujungnya bisa saja mereka mengambil alih pula perusahaan semen Indonesia.

"Produsen semen Tiongkok ini terindikasi berniat menghancurkan pasar semen domestik. Pascakehancuran, mereka bakal takeover industri semen tanah air. Ini tidak boleh terjadi mengingat industri semen merupakan industri strategis,"papar Andre.

Oleh sebab itu, guna menyelamatkan produsen semen dalam negeri, Andri mengusulkan supaya Presiden Joko Widodo memanggil menteri-menteri terkait dan dengan cepat menggelar upaya-upaya penguatan. Pasalnya, BUMN di sektor semen ini mempunyai potensi kuat menjadi pondasi ekonomi bangsa. Tak hanya presiden. Andre Rosiade juga meminta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita supaya menyetip semua wujud impor klinker (material utama membuat semen).

"Yang pasti kami berharap Presiden Jokowi memperhatikan masalah ini dan dengan segera berkonsolidasi bersama menteri-menteri demi semen Indonesia. Sejatinya semua pelaku industri semen dalam negeri sudah melapor ke Asosiasi Semen Indonesia. Supaya lebih akurat, silahkan Presiden memanggil asosiasi," ungkap Andre.

Berita Populer