•   Minggu, 17 November 2019
SGML

Setali Tiga Uang dengan Bupati, DPRD Tolak Beras Impor Masuk Lamongan

( words)
Rombongan Komisi B DPRD Lamongan saat melihat stok beras di gudang Bulog Babat. (SP /MUHAJIRIN KASRUN)


SURABAYAPAGI.com, Lamongan -Setali tiga uang dengan bupati H Fadeli, DPRD Lamongan menolak beras impor masuk, karena stok beras masih melimpah, bahkan hasil produktivitas gabah selama surplus. Penolakan itu disampaikan oleh Saifuddin Zuhri Ketua Komisi B DPRD Lamongan, usai sidak beras di gudang Bulog Babat, Senin (29/12018) bersama anggota komisi B dan jajaran terkait. “Kami telah melakukan pemantauan ke lapangan, termasuk ke Dinas Katahanan Pangan dan ke gudang Bulog. Hasilnya memang betul kita surplus beras setiap tahunya sehingga tidak membutuhkan impor beras,” ujarnya. Disebutkan olehnya, data dari Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan menyebutkan kebutuhan beras di Lamongan 130.346 ton pertahun, sedangkan produk beras petani Lamongan mencapai 607.279 ton pertahunya. “Sehingga kita surplus setiap tahunnya mencapao 400 ribu ton lebih," kata Politisi asal PKB tersebut. Di sisi lain, tegasnya, saat sidak ke Gudang Beras Bulog di wilayah Kecamatan Babat, Komisi B juga mengatahui stoknya juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beberap bulan ke depan. “Apalagi dalam hitungan beberapa minggu ke depan, di sejumlah wilayah kecamatan juga memasuki massa panen raya sehingga stok beras atau gabah di tangan petani melimpah,” tegasnya. Sementara itu Kasub Divre Bojonegoro Irsan Nasution saat menemui rombongan Komisi B DRPD Lamongan di Gudang Beras Bulog Babat menyebutkan, selama ini stok beras di Gudang Babat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Rastra, dan setiap pengadaan dari petani juga tidak menemui kendala yang signifikan. “Saya kira di Jawa Timur termasuk Lamongan, merupakan penghasil gabah atau beras yang cukup besar sehingga beras impor tidak perlu masuk di wilayah ini," pungkas Irsan Nasution serius.jir

Berita Populer