Songsong Pilkada, PDI-P Jatim Siapkan Manajer Kampanye Terbaik 19 Daerah

Kepala BP Pemilu PDIP Jatim Deny Wicaksono saat pelatihan kampanye menyambut pilkada 2020.



BATU – Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyiapkan manajer kampanye terbaik untuk menyongsong Pilkada serentak di 19 kabupaten/kota di Jatim pada 9 Desember mendatang.

Kepala BP Pemilu PDIP Jatim Deny Wicaksono mengatakan, manajer kampanye berperan strategis dalam menyusun dan mengeksekusi segala perencanaan kampanye sehingga bisa efektif dalam menggalang suara rakyat.

”PDI Perjuangan secara serius menyiapkan Pilkada bukan semata-mata sebagai sarana memilih pemimpin, tapi menjadi satu kesatuan dalam kerja besar gotong royong yang mengedukasi, menggerakkan, dan membangun kesadaran publik dalam tradisi berdemokrasi yang sehat. Salah satu yang berperan vital untuk mewujudkan hal itu adalah keberadaan manajer kampanye,” ujar Deny, Jumat (18/9/2020).

Pelatihan Manajer Kampanye tersebut digelar selama empat hari sejak Rabu-Sabtu (16-19/9/2020) di gedung Diklat PDIP Jatim “Wisma Perjuangan”, di kawasan Oro-oro Ombo, Kota Batu. Pelatihan dengan protokol kesehatan ketat itu diikuti 73 manajer kampanye dari 19 kabupaten/kota di Jatim yang pada tahun ini menghelat Pilkada.

Deny mengatakan, dalam kerja pemenangan Pemilu, semua aktivitas kampanye harus dilakukan secara terintegrasi. Manajer kampanye menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dengan divisi lain dalam menyukseskan kampanye.

”Manajer kampanye harus memperhatikan waktu, tempat, mendesain penyampaian pesan kampanye, dan menentukan metodenya. Karena perannya yang sangat strategis itulah, PDI Perjuangan tidak main-main dalam menyiapkan para manajer kampanye terbaik yang akan bertugas 19 kabupaten/kota di Jatim yang sebentar lagi menggelar Pilkada,” jelasnya.

Selain berbagai materi teknis terkait pemilu, lanjut Deny, dalam pelatihan tersebut, para manajer kampanye juga dibekali dengan berbagai prinsip dan etika demokrasi. PDI Perjuangan membikin garis tegas bahwa kampanye tidak boleh dilakukan dengan menyebar hoaks, fitnah, dan menggunakan sentimen SARA.

”Kami dididik oleh Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjunjung tinggi etika dalam kampanye. Tak boleh memakai sentimen SARA. Kemenangan memang harus diraih, tapi tidak boleh ditempuh dengan segala cara yang membodohi publik,” papar politisi muda tersebut.

Anggota DPRD Jawa Timur itu optimistis, dengan keberadaan manajer kampanye terbaik yang disiapkan PDIP, kemenangan bisa diraih dalam Pilkada. ”PDI Perjuangan menargetkan kemenangan yang bermartabat, yaitu kemenangan hasil gotong royong partai dan seluruh kekuatan rakyat, tanpa hoaks, tanpa fitnah, tanpa sentimen SARA,” pungkasnya. rko