•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi NKRI

Stunting Bisa Rugikan Negara Hingga 3%

( words)
Kepala Staf Presiden Moeldoko. SP/tm


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Target pemerintah untuk menurunkan angka stunting menjadi 28% dari sebelumnya yang 30,8% nampaknya harus memerlukan upaya ekstra karena hingga saat ini pencapaian targetitu masih dinilai terlalu lambat.

Perlambatan penurunan angka stunting digadang-gadang bisa merugikan keuangan negara. Sebab, stunting berpotensi merugikan negara sebesar 2% hingga 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Apalagi, "Stunting menimbulkan potensi kerugian negara mencapai 2% hingga 3% dari PDB total," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jumat (15/11).

Hanya saja, Moeldoko enggan membeberkan nilai persis dari potensi kerugian itu. Tapi, mengacu PDB tahun lalu mencapai Rp 14.837,4 triliun, maka nilainya berkisar Rp 29,6 triliun - Rp 44,5 triliun.

Selain itu, stunting juga menghambat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Itu yang membuat tingkat pengangguran di negara kita meningkat.

Alasannya, stunting akan berpengaruh pada kecerdasan karena membuat ukuran otak mengecil. Tubuh penderita stunting pun cenderung kecil sehingga berdampak kedaya saing. "Competitiveness hilang," tegas Moeldoko.

Untuk itu salah satu cara baik Moeldoko dan Ma’ruf Amin mengatakan sama yakni, sertifikasi pernikahan.

Sebab dengan cara itu baik Moeldoko dan Ma’ruf Amin menganggap cocok untuk mengatasi stunting karena di dalam program sertifikasi pernikahan akan diberikan pemahaman tentang membangun rumah tangga yang baik.

"Memberikan pelatihan pada pra nikah. Karena supaya ketika dia nikah itu, dia sudah siap mental, fisik, terutama dalam menghadapi kemungkinan pencegahan stunting," terang Ma’ruf Amin.

Dengan begitu, masalah kesehatan akan jadi perhatian bagi pasangan calon pengantin. Pemeriksaan kesehatan harus mereka lakukan sebelum masa kehamilan.

Informasi saja, masa kehamilan merupakan salah satu fase yang menjadi perhatian dalam stunting. Setelah masa kelahiran pun orang tua harus memiliki informasi yang cukup mengenai gizi untuk anak.

Berita Populer