•   Sabtu, 23 November 2019
Peristiwa Politik

Surokhim: Berbahaya jika Pilwali Surabaya Main Petak Umpet!

( words)
Dua pasangan calon yang menjadi kontestan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2015, Tri Rismaharini – Wishnu Sakti Buana dan Rasiyo-Lucy Kurniasari. | kpu-surabayakota.go.id


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Prestasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang di atas rata-rata jangan sampai membuat keder para calon wali kota Surabaya untuk berani muncul dan memantaskan diri dalam Pilwali Surabaya 2020. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokhim Abdussalam.

Menurut Surokhim, setiap zaman ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada zamannya. Risma yang prestatif boleh dijadikanbenchmark tapi variabel momentum dan kesempatan pula yang akan menentukan kekuatan kepemimpinan kota mendatang.

Pada era barusociety 5.0, sambungnya, kata kunci kepemimpinan publik ada pada kebaharuan, perubahan dan kolaborasi. Kepemimpinan adaptif akseleratif dengan lingkungan jauh lebih dibutuhkan untuk Kota Surabaya mendatang. Kerja keras, jujur dan lugas memang sesuai dengan karakterSuroboyoan, tetapi kreativitas, inovasi dan kebaharuan juga akan mengantar Kota Pahlawan bisa kompetitif dengan kota-kota lain.

"Surabaya sebagi kota metro harus juga bisa bersaing dengan kota-kota besar internasional dengan segala potensi yang dimilikinya. Aktivasi potensi kreatif dan enterpreneurship warga kota akan jadi penentu untuk daya saing Kota Surabaya mendatang. Maka, calon-calon visioner harus terus dimunculkan dan menjadi perbincangan publik," cetus Surokhim, Minggu (28/7/2019).

Surokhim menegaskan, kepemimpinan kota harus terus diperbincangkan oleh warga kota termasuk mendorong nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan itu. Dirinya percaya stok kepemimpinan itu sebenarnya banyak di Surabaya. Memunculkan nama-nama potensial dan sesuai kebutuhan yang menjadi diskusi publik itu menjadi tugas bersama.

"Janganlah bergantung pada proses politik kucing-kucingan dan main petak umpet. Dorong untuk lebih transparan, maka InsyaAllah kita akan menemukan calon-calon yang bisa melebihi Risma. Sudah saatnya publik mengawal calon-calon potensial agar kehendak zaman lebih berpihak kepada kepentingan publik dan bukan kepentingan pragmatis dan sempit," tutur Surokhim.

"Jangan ditakut-takuti para calon-calon potensial agar berani muncul di Surabaya. Meragukan calon-calon muda potensial sama halnya melawan kehendak zaman," tambahnya.

Berita Populer