•   Jumat, 3 April 2020
Fashion

Susahnya Cari Produk Kecantikan, jadi Alasan Socciolla Berdiri

( words)
Chrisanti Indiana. SP/GL


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Layaknya industri di Indonesia pada umumnya, industri kecantikan dan perawatan diri berkembang dengan begitu pesat dan menarik perhatian banyak investor. Di tengah pertumbuhan ini, lahirlah beauty tech company, perusahaan berbasis teknologi yang menawarkan produk kecantikan dan perawatan. Salah satu startup beauty tech yang tengah berkembang pesat adalah PT Social Bella Indonesia, dengan brand Sociolla.

“Sociolla hadir dengan semangat besar untuk menjadi situs berbelanja produk kecantikan secara online yang terpercaya sekaligus terlengkap di Indonesia,” kata Chrisanti Indiana, Cofounder dan CMO Social Bella Indonesia

Perempuan asli jakarta ini mengaku terjun ke bisnis kecantikan secara tidak sengaja. Sebelumnya dia adalah seorang desainer profesional di salah satu brand agency di Sydney, Australia. Saat kembali ke Jakarta dia kesulitannya dalam mencari produk kecantikan di Indonesia yang berasal dari distributor resmi.

Berawal dari kesulitannya tersebut muncullah ide untuk membuat e-commerce yang khusus menjual produk kecantikan. Dengan dukungan dari sang kakak Christopher Madiam dan rekannya John Rasjid. Mereka memutuskan untuk membangun beauty tech company.

Mereka pun memutuskan untuk mendirikan Sociolla pada Maret 2015. Menariknya mereka tak sekadar menjadikan Sociolla sebagai perusahaan e-commerce, tetapi sebagai ekosistem yang nantinya akan bekerja sama dengan ebrbagai pihak.

Selain menjadi co-founder, perempuan penyadang Bachelor of Applied Design (Communication) dari Billy Blue College of Design ini merupakan CMO yang bertanggung jawab memimpin dan mengembangkan strategi pemasaran Sociolla. Santi menjelaskan, Sociolla menerapkan sejumlah strategi khusus untuk bisa bersaing dengan beberapa situs ecommerce kecantikan lainnya.

Pada perkembangannya, Sociolla telah berkembang pesat. Gross Merchandise Value (GMV) Sociolla telah tumbuh sebanyak tujuh kali lipat setiap tahunnya. Hal itu berkat tiga pilar bisnis dari Sociolla.

Menurut dia, kini Social Bella telah bertransformasi menjadi ekosistem kecantikan terlengkap melalui Commerce (Sociolla), Media (SOCO dan Beauty Journal) yang mempunyai 20 juta pengunjung pada tahun 2018 serta Brand Development.

Ekosistem yang dimiliki Social Bella menjadi faktor kunci perusahaan dalam memenangkan kepercayaan dari investor. Banyak investor yang telah menaruh kepercayaan pada Sociolla seperti EV Growth, EDBI, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures. Dengan pendanaan ini, Social Bella akan semakin memperluas jangkauan bisnis di industri kecantikan Indonesia melalui teknologi.

Socialla telah memiliki 250 karyawan yang tersebar di beberapa daerah seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan New Delhi di India. Sociolla juga telah bekerja sama dengan distributor resmi dan pemilik brand. Maka dari itulah Sociolla dipercaya sebagai brand partner resmi lebih dari 150 brand dengan kurang lebih 3.000 produk. Selain itu, Sociolla juga memiliki perjanjian resmi penjualan online yang ekslusif terhadap beberapa brand premium internasional, misalnya Elizabeth Arden, Philosophy, Guerlain, Anna Sui, Menard, Hugo Boss dan Bvlgari.

Kini, Sociolla mulai menghadirkan toko luring (offline) berkonsep omnichannel, Sociolla Store. Ini terkait dengan komitmen Sociolla untuk memperluas akses brand kecantikan, untuk memperkenalkan produknya kepada pelanggan di Indonesia.

“Lewat Sociolla Store, konsumen diajak berbelanja dengan cara yang lebih personal dan menyenangkan didukung oleh teknologi kami yang dirancang khusus untuk produk kecantikan dan perawatan diri,” pungkasnya.gl

Berita Populer