•   Sabtu, 14 Desember 2019
Agrobisnis

Tingkakan Kualitas Produksi, Tingkatkan Pula Kualiatas Benih

( words)
Ilustrasi, SP/harpn


SURABAYAPAGI.com – Usaha peningkatan produks pangan, Kementan memfokuskan perhatiannya kepada penyediaan sarana produksi. Penyediaan benih unggul bersertifikat merupakan salah satu dari implementasi hal tersebut. Kemenan akan berusaha mengadakan benih unggul sesuai dengan kebutuhan para petani.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menjelaskan, program bantuan dari Kementan tersebut menjadi peluang bagi produsen benih untuk menyediakan benih yang berkualitas. Tentunya, ada tahapan dalam membangun kekuatan sistem perbenihan.

"Pertama, membangun benih melalui penguatan sistem. Kedua, lakukan inovasi varietas. Ketiga, buka peluang pasar benih. Yang keempat, sinergi para pihak. Jadi, saya tegaskan lagi, benih itu pondasi pembangunan pertanian kita. Benihlah yang menjadi penciri produktivitas," kata Suwandi dilansir dari WARTA, Senin (12/8/2019).

Suwandi menekankan, varietas tidak boleh hanya itu saja yang tersedia selama ini, maka harus dilakukan inovasi pergantian varietas agar berkembang, namun tetap tidak meninggalkan plasma nutfah. Misalnya, selama ini penggunaan benih dominan hampir 46% varietas Ciherang, setelah itu IR 64%.

"Kemudian soal pemasaran, janganlah mengeluh terbatasnya pasar kalau belum tahu selera pasar. Ubahlah orientasi menjadi market oriented. Buat pasar baru, manfaatkan teknologi baru, dan kami pun sanggup menyinergikan ke berbagai pihak setelah pasarnya jelas," cetusnya.

Oleh karena itu, Suwandi menyebutkan, dalam membangun sistem pemasaran yang sama-sama menguntungkan petani dan pelaku usaha, Kementan saat ini mulai bergerak membuat aplikasi online yang dinamakan Sarita. Aplikasi ini untuk menjembatani antara petani, pelaku usaha, startup dan eksportir.

"Silahkan cek saja di aplikasi2.pertanian.go.id/sarita, di situ ada alamat produsen benih dan produsen ekspor. Ke depannya kami harap akan memperluas informasi pemasaran selama ini," jelasnya.

Harapan Produsen Benih
Terkait komitmenstakeholder, Nana Laksana, wakil dari PT Pertiwi, menuturkan, produsen benih siap mendukung tanaman pangan. Agar benih terjamin mutunya, tentu perlu pegawasan benih yang intensif.

"Hanya saja pengawas benih di lapangan masih terbatas sampai saat ini," cetusnya.

Bambang dari Asosiasi Benih Nasional (Asbenas) mengatakan, beberapa poin yang perlu tindak lanjut ialah seperti mengatur kesesuaian program pemerintah dan ketersediaan benih serta perlunya program peningkatan kualitas benih nasional mampu memproduksi. "Dan terakhir, perlu evaluasi harga berdasarkan proses produksinya," sebutnya.

Berita Populer