•   Rabu, 16 Oktober 2019
Surabaya

Tolak Penggusuran, Puluhan PKL Kaliasin Pompa Datangi Dewan

( words)
Paguyuban PKL Kaliasin Pompa Surabaya Mendatangi Kantor DPRD Kota Surabaya. FOTO : SP/QOMAR


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puluhan Pedagang Kaki Lima ( PKL ) mengatasnamakan Paguyuban PKL Kaliasin Pompa Surabaya Mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Surabaya. Mereka mengadukan nasibnya yang kehilangan mata pencaharianya.

Pasalnya lapak yang digunakan untuk mencari nafkah puluhan tahun terancam di gusur oleh Pemerintah Kota Surabaya. Kedatangannya tidak lain mengadukan surat yang diedarkan Kecamatan Tegalsari tentang penertiban. Sunarjo Ketua Paguyuban PKL Kaliasin Pompa Surabaya mengaku, surat sudah dua kali dilayangkan.

“ Kami sudah lama berjualan bahkan puluhan tahun sebelum Tunjungan Plasa dibuka. Baru kali ini ada surat teguran penertiban dari Kecamatan,” katanya, Rabu (17/10).

Sunarjo mengaku, sejauh ini warga asli Jalan Kaliasin Pompa Surabaya yang berjualan lebih dari 50 pedagang. “ Kalau sekarang kami digusur, bagaimana nasib kami,” ungkapnya.

Dengan adanya surat audensi ke DPRD Kota Surabaya, kami berharap ada solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. "Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk kami para pedagang," harapnya.

Hal senada disampaikan Rizky, salah satu warga Kaliasin Pompa Surabaya. Menurutnya, hampir semua warga menggantungkan nasibnya berjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berharap, tidak ada lagi penggusuran. “Kami bersedia jika dilakukan pembenahan lebh baik oleh pihak Kelurahan atau Kecamatan, tapi bukan penggusuran,” tegasnya.

Sementara, Wibisono salah satu pedagang kopi di Kaliasin berharap, Pemerintah lebih perhatian terhadap PKL. “Karena PKL merupakan bagian usaha ekonomi kerakyatan yang digagas Presiden. Saya ingin Pemerintah lebih memperhatikan nasib pedagang,” pungkasnya.

Namun sayang, Puluhan PKL itu tidak bisa bertemu para Anggota Dewan, karena para wakil rakyat ini sedang melakukan kungker ke luar Negeri. alq

Berita Populer