•   Rabu, 18 September 2019
Korupsi

Usai Diperiksa 6 Jam, 3 Tersangka Jasmas Bungkam

( words)
Tiga tersangka mantan anggota DPRD Kota Surabaya, Darmawan (kiri) dan Sugito (tengah) menjalani pemeriksaan di Kejari Tanjung Perak, Selasa (10/9/2019). Binti Rochmah (bawah) juga turut diperiksa.


Budi Mulyono,
Wartawan Surabaya Pagi

SURABAYAPAGI.com - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak mengejar perampungan berkas perkara terhadap enam tersangka dugaan kasus korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016.
Kali ini penyidik Pidsus memanggil tiga tersangka yang tak lain mantan anggota DPRD Kota Surabaya, yakni Darmawan alias Aden, Sugito, dan Binti Rochmah. Merekapun bungkam usai diperiksa sekitar enam jam yang datang ke Kejaksaan sejak pukul 10.00 Wib, Selasa (10/9/2019).

Sekitar pukul 16.00 Wib, dengan mengenakan rompi warna merah muda atau pink serta tangan di borgol, tiga politisi ini selesai menjalani pemeriksaan. Saat keluar, mulai dari ruang pidsus di lantai dua hingga menuruni tangga menuju lantai satu, mereka enggan memberikan keterangan kepada wartawan.

Darmawan tampak menundukkan mukanya meski politisi Partau Gerindra ini telah mengenakan masker dan topi. Begitu juga dengan Binti Rochma. Politisi Partai Golkar ini berlindung di balik badan Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak. Sedang Sugito terlihat lebih tenang, seolah pasrah disorot kamera wartawan. Politisi Partai Hanura ini bahkan melemparkan senyuman sambil menyapa.

Image
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi mengatakan, ketiganya diperiksa guna memperlengkap pemberkasan kasus ini. Seperti tersangka Darmawan dan Sugito diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Binti Rochmah.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kasus Jasmas. Insya Allah akan segera kita limpahkan berkasnya,” kata Dimaz, Selasa (10/9) kemarin.

Dimaz menjelaskan, pemeriksaan ini merupakan tambahan terkait adanya beberapa saksi yang belum dipanggil. Tapi, pihaknya mengaku semua saksi sudah jadwalkan, sehingga setiap minggunya penyidik melakukan progres terhadap penanganan perkara ini.

Ditanya perihal pemeriksaan Binti Rochmah, Dimaz mengaku, penyidik menanyakan terkait keterlibatan Binti dalam dugaan korupsi hibah Jasmas 2016. Dimana saat itu Binti menjabat selaku anggota DPRD Kota Surabaya. Dan ada sekitar 27 pertanyakan yang ditanyakan kepada tersangka Binti Rochmah,

“Dari awal yang kita tanyakan yakni terkait prosedur pengajuan sampai dengan pencairan terhadap proposal-proposal tersebut. Sama halnya dengan tersangka-tersangka lainnya, sifatnya ini normatif,” jelasnya.

Masih kata Dimaz, untuk tersangka Darmawan dan Sugito kapasitasnya bisa sebagai saksi untuk tersangka-tersangka lainnya. Sebab diantara mereka semuanya saling bersaksi. Dan tidak menutup kemungkinan apabila pemeriksaan belum lengkap, maka para tersangka diperiksa kembali oleh tim penyidik untuk dilakukan pemeriksaan.

“Intinya, jangan pernah bermain-main dengan uang rakyat. Kami akan selalu pelototi hal ini. Dan oknum-oknum tertentu jangan pernah memanfaatkan hal-hal seperti ini (jasmas),” tegasnya.

Dalam kasus ini, penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak telah menetapkan tujuh orang tersangka. Satu diantaranya, yakni Agus Setiawan Jong divonis enam tahun penjara. Dan denda sebesar Rp 200 juta, subsider enam bulan kurungan. Jong juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 4,9 miliar. Jika selama satu bulan tidak dibayarkan, akan dikenakan hukuman pidana penjara selama 2 tahun. Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Sedangkan untuk tersangka lainnya adalah Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024, Ratih Retnowati; Dini Rijanti; Binti Rochmah dan Syaiful Aidi. Serta mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Darmawan dan mantan anggota DPRD Kota Surabaya, Sugito. n

Berita Populer