•   Rabu, 16 Oktober 2019
Kriminal

Veronica Koman Aktif di Media Sosial Sebarkan Berita Hoax

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Sandi Nugraha, Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin di ruang Polda Jatim


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di media sosial ternyata Veronica Koman aktif menyebarkan berita hoaks dan memprovokasi massa. Dari Data yang dihimpun kepolisian, telah menemukan sebanyak lima postingan yang memprovokasi.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, setiap ada kejadian terkait masalah Papua VK selalu berada di lokasi untuk memberitakan kejadian, namun dengan memprovokasi.

"Kalau kita cek file di Jatim setiap ada kejadian di terkait masalah Papua yang bersangkutan selalu ada di tempat. Seperti bulan Desember, mereka membawa wartawan asing dua," kata Luki, Rabu (4/9/2019).

Namun saat kejadian kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua kemarin, Veronica dengan gencarnya memposting mengajak provokasi di setiap postingan. Postingannya tersebut tak hanya disebarkan di Indonesia saja, melainkan hingga ke luar negeri.

"Kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di twitter sangat aktif memberitakan, mengajak provokasi. Dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura," ungkapnya.

Selain postingan ajakan provokasi, Veronica juga menuliskan jika polisi menembak ke dalam asrama papua sebanyak 23 tembakan. Sebanyak 43 mahasiswa ditangkap tanpa alasan yang jelas hingga terluka.

"Ada tulisan lagi momen polisi mulai menembakkan ke dalam asrama Papua total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa," ucapnya.

"43 mahasiswa papua ditangkap tanpa alasan yang jelas 5 terluka satu kena tembakan gas air mata. Dan semua kalimat selalu memakai bahasa inggris," lanjutnya. Kini polisi tengah memburu Veronica yang diketahui tengah berada di luar negeri. Polisi akan bekerjasama dengan Interpol, BIN, Satgas untuk mencari keberadaan tersangka.nt

Berita Populer