•   Rabu, 18 September 2019
SGML

Wali Kota Ita Minta Warga Giatkan Bank Sampah

( words)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (kanan) saat pelaksanaan "Pemantauan Jumat Berseri dan PSN Terintegrasi 60 Menit" di Lingkungan Sabuk 3


SURABAYA PAGI, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengimbau masyarakat untuk menggiatkan bank sampah saat pelaksanaan melakukan kegiatan "Pemantauan Jumat Berseri dan PSN Terintegrasi 60 Menit di Lingkungan Sabuk 3, Kota Mojokerto, Jumat (22/2).

Ning Ita, sapaan Wali Kota, mengatakan, bank sampah banyak diperlukan karena cukup tingginya angka demam berdarah dengue (DBD) dibanding tahun sebelumnya.

"Bank sampah di Kota Mojokerto semakin banyak, hal ini berarti mendorong pola hidup bersih masyarakat akan lebih baik lagi," katanya.

Ning Ita berharap di setiap lingkungan, satu RW ada satu bank sampah. Untuk itu. akan diadakan lomba bagi para pegiat bank sampah, sehingga bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk mengelola sampah dan menjaga lingkungannya agar semakin bersih dan sehat.

Bank sampah adalah salah satu solusi, karena masyarakat tidak bisa sepenuhnya menggantungkan solusi pencegahan DBD dari fogging.

"Jadi, kalau banyak masyarakat yang menginginkan fogging, sebenarnya sudah sering kali disampaikan kalau fogging tidak mematikan jentiknya, karna jentik yang ada dalam air akan tetap hidup," Ning Ita.

Selain itu, efek fogging juga dapat mengganggu pernapasan. Fogging juga akan meninggalkan bekas obat yang lengket yang juga berbahaya, terutama jika sesudah fogging rumah tidak dibersihkan dengan benar.

Terkait hasil temuan selama PSN, terdapat warga yang menderita kelainan jantung, Ning Ita memerintahkan Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk memberikan bantuan berupa kursi roda.

Sedangkan untuk siswa yang putus sekolah, Ning Ita meminta para tokoh masyarakat memberikan pendekatan persuasif kepada orang tuanya agar anaknya tidak putus sekolah.

"Saya mohon kepada para tokoh masyarakat agar memberikan pendekatan persuasif supaya anak yang putus sekolah mau sekolah lagi, minimal sesuai dengan rintisan program wajib belajar 12 tahun," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ning Ita mengungkapkan pihaknya akan membangun Moka Space (Mojokerto Academy Space).

Berita Populer