Gandeng UKM dan Startup, Sajikan Tongkrongan Digital di Surabaya

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya - Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, industri kuliner berkembang menuju kearah modernisasi. Karena dikondisi seperti ini memaksa beberapa pengusaha kuliner untuk terus berinovasi agar dapat bertahan di tengah pandemi ini.

 
Kendati isu ekonomi yang redup karena dihantam pandemi Covid-19, Tanto Raharjo sukses mendirikan Networking Cafe & Co-working Space" atau "Kafe Networking sebuah cafe di Surabaya dengan konsep digital dan didukung oleh UKM dan startup.
 
Filosofi penamaan Networking sendiri berlatar dari pentingnya sebuah jaringan bagi dirinya, karena dengan banyaknya jaringan, persentase kesuksesan seseorang dalam menjalankan bisnisnya akan semakin besar.
 
Tanto mengatakan, Kafe Networking yang berlokasi di Jalan Kertajaya Kecamatan Gubeng ini berdiri di atas lahan seluas 770 meter persegi. 
 
"Berdiri di atas lahan yang cukup kuas, kafe ini tidak hanya menawarkan tempat yang nyaman untuk nongkrong saja, melainkan juga menyewakan ruang Co-working space untuk para start up. Hal ini sejalan konsep yang dibawa yaitu digitalisasi, mendukung UKM dan startup," ujar Tanto selaku Direktur Utama Cafe Networking, Sabtu (19/12/20). 
 
Kata Tanto, untuk Co-working space nya ada 5 ruangan dan didesain memang khusus para startup dengan harga sewa Rp 7 juta/bulan. Harga sewa sebesar 7 juta itu sudah termasuk listrik, wifi dan juga pemanfaatan ruangan meeting.
 
Bicara soal digitalisasi, Tanto mengatakan, pemesanan menu dan pembayaran di kafe ini sudah digital semua, yaitu tamu cukup memotret barcode QR yang ada di atas meja untuk memesan menu makanan dan minuman (Mamin) serta pembayaran juga sudah pakai QRIS, seperti menggunakan OVO ataupun Linkaja.
 
Tanto juga mengatakan, Kafe Networking juga menyajikan beragam varian makanan ringan atau cemilan yang dibeli dari para pelaku UKM maupun UMKM, seperti Kacang Mede, Emping Melinjo, Ceker Ayam, Marmer Butter Cake, Japanese Milk Bread dan Tahu Cabe Garam.
 
"Cemilan itu dibeli kami pelaku UKM dan UMKM, kemudian dijual kembali oleh kami, karena berangkat dari konsep yang kami bawa, selain itu, juga karena kami ingin turut mendukung pemerintah didalam komitmennya untuk melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," jelasnya.
 
Berbagai minuman juga ditawarkan. Mulai Virgine Mojito, Strawberry Mojito, Strawberry Tea, Peach Tea, Fruit Tea, Lemon Tea. Harga menu berkisar Rp 12.800 per cup dan sudah termasuk include tax.
 
Sementara untuk varian kopi mulai capuccino, mocca, brown sugar coffe, coffe latte, seharga 19.800 dan sudah termasuk include tax.
 
Bagi penikmat Esspresso dan americano cukup merogoh kocek seharga Rp 9.900 (Extra shot tambah 5.500) dan sudah juga termasuk include tax.
 
Sedangkan untuk makanan berat, kata Tantok meliputi nasi goreng, mie goreng, bakso sehat, dan siomay dengan harga Rp 15 ribu saja. Sebenarnya untuk memudahkan mengetahui mamin apa saja yang ada di kafe ini beserta harganya.
 
Tanto menambahkan, sejatinya kafe ini didesain dengan tidak ada kriteria konsumen maupun pelanggan. "Semua konsumen yang datang kesini, entah naik kendaraan mobil, motor maupun sepeda akan kami layani semuanya dengan sepenuh hati, bahkan parkiran juga kami telah desain indoor dengan total luas 400 meter persegi dari total luas kafe," ungkapnya.
 
Bagian parkir sengaja didesain indoor agar kendaraan milik pelanggan tidak terkena air hujan maupun panas matahari, selain itu juga agar lebih aman.
 
Untuk target pengunjung, sesudah diresmikannya Kafe Networking tepat hari ini, Sabtu (19/12/20), Tanto mengatakan per bulan dirinya optimisme bisa menarik pelanggan sebanyak 200 orang/bulannya.
 
"Sedangkan untuk omzet, perbulan kami menargetkan 50 juta," tandasnya. By

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB
Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB
Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB
Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB
Berita Terbaru