Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pembunuhan Tukang Pijat Mlirip

surabayapagi.com
Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat menunjukkan sketsa wajah pelaku.

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Hingga hari ketujuh, Polres Mojokerto Kota masih kesulitan menangkap pelaku pembunuhan sadis tukang pijat tradisional di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Untuk bisa segera menangkap pelaku, polisi pun akhirnya menyebar ribuan brosur sketsa wajah pelaku di stasiun, pasar, terminal, rumah makan, angkutan umum dan tempat keramaian lainnya. Sketsa yang dibuat oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mojokerto ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lima saksi dan juga dukungan CCTV dari warga sekitar.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Menantu Bunuh Mertua, Polres Blitar Kota: 'Sakit hati Sering di Caci Maki'

Sketsa menampilkan wajah pelaku, dengan ciri-ciri berwajah oval, rambut ikal, kulit sawo matang, usia 25 sampai 30 tahun, bertubuh kurus dan menggunakan kendaraan merk Honda Beat warna merah muda (pink).

"Harapannya, setelah brosur sketsa pelaku yang mempunyai kemiripan 90 persen ini disebar sebanyak-banyaknya, maka bisa menjadi alat bantu untuk bisa segera menangkap pelaku," ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Kamis (11/2/2021) siang.

Baca juga: Guru di Lamongan Tewas Dibunuh Ayah Kandung, Motif Karena Warisan

Deddy mengakui, sulitnya polisi mengungkap kasus pembunuhan ini lantaran CCTV di sekitar TKP hanya terfokus pada rumah dan halaman rumah pemilik CCTV bukan mengarah ke kondisi jalan.

"Jadi pelaku hanya terlihat dari samping. Untuk senjata parang sepanjang 25 centimeter juga apakah memang dibawa pelaku atau ditaruh dimana masih kami selidiki," imbuhnya.

Mantan Kapolres Sumenep ini menambahkan, hasil dari otopsi yang dilakukan kepolisian, korban Santi tewas dengan luka sabetan sedalam 15 centimeter dan lebar 7 centimeter.

Baca juga: Polres Blitar Kota Tetapkan 6 Orang Tersangka

"Korban meninggal dunia akibat luka bacok di leher sebelah kiri," pungkasnya. Sebelumnya, dua tukang pijat tradisional ditemukan bersimbah darah di lokasi rumah panti pijat Berkah, Dusun/Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Satu diantaranya tewas dengan luka tusuk di leher. Korban tewas diketahui bernama Santi, asal Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan korban satunya diketahui bernama Tatik, ia mengalami luka di bagian kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Ciko, Kabupaten Sidoarjo. Informasi yang diperoleh, kedua terapis wanita itu ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, dengan kondisi bersimbah darah. Sebelum ditemukan di tempat kerjanya, korban berteriak minta tolong. Dwi

Editor : Aril Darullah

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru