SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Andaria Sarah Dewia selalu Chief Opperating Officer (COO) Miss Universe Indonesia 2023, resmi ditetapkan tersangka pelecehan seksual finalis Miss Universe Indonesia 2023. Sarah, telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Perempuan yang akrab disapa Sarah itu mengaku shock dengan semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya.
Baca juga: Dua Dokter Kecantikan Saling Pidanakan, Emoh Damai
"Saya cukup sangat merasa terpukul di sini dengan semua pemberitaan dengan semua yang ada di media, podcast, saya diam karena saya shock," kata Andaria Sarah Dewia di Renakta Polda Metro Jaya pada Kamis (12/10/2023).
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan tersangka Sarah diketahui memerintah para finalis membuka baju dan terlibat dalam sesi pemotretan tanpa busana. Tersangka Sarah juga diduga melontarkan hinaan yang merendahkan martabat para finalis saat body checking dilakukan.
Hengki mengatakan tersangka Sarah dijerat Pasal 5 dan 6 Undang-Undang TPKS. Polda juga menyertakan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang TPKS
Pemotretan Tanpa Busana
Menurut laporan, Sarah diduga terlibat dalam tindakan yang melibatkan pemaksaan finalis untuk membuka busana dan pemotretan dalam keadaan tanpa busana. Menurut data terbaru yang aku temukan, ia juga memotret finalis dalam kondisi tersebut.
Pihak berwenang kini sudah menetapkan Sarah sebagai tersangka utama dalam kasus pelecehan seksual ini dan sampai sekarang penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak fakta dan mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus.
Sarah Bantah Lecehkan
Andaria Sarah yang baru pulang dari luar negeri merasa dizalimi. Meski begitu, ia juga mengaku tak dendam dengan para pihak pelapornya.
Baca juga: Empat Akun Medsos Repotkan SBY
"Saya baru pulang dari luar negeri and then saya dikayak giniin sedangkan saya nggak ada dendam pribadi dengan mereka semua. Sedangkan mereka kok bisa ya berbuat seperti itu kepada saya?" kata Sarah.
Sarah yakin kebenaran akan terbukti. Dia yakin dirinya tak bersalah. Sarah membantah telah melecehkan para kontestan Miss Universe Indonesia 2023.
Selama ini para korban mengaku diminta untuk melakukan foto telanjang dalam sesi body checking yang sebenarnya tak ada dalam rundown acara. Selain itu, beberapa dari finalis mengaku mendapat perlakuan body shaming.
Inisiasi CEO Miss Universe
"Saya yakin the truth will reveal, semuanya akan terbukti. Saya tidak melakukan merendahkan harga diri martabat orang lain atau body shaming. I mean come on, saya bukan orang yang body shaming dan saya tidak ada niat untuk melecehkan atau sebenarnya kalau kalian mau tahu apa yang saya ditanyakan di dalam lebih sakit untuk saya," bebernya.
Baca juga: Klinik Aborsi Ilegal Terorganisir, Raup Untung Rp 2,6 M
Chief Operating Officer (COO) Miss Universe Andaria Sarah Dewia mengatakan proses body checking dan pemotretan finalis tanpa busana merupakan inisiasi CEO Miss Universe.
"Tugas dia adalah untuk menertibkan dan mendisiplinkan waktu dan untuk mematuhi perintah lisan dari CEO. Nah kedua, bahwa klien kami mendapatkan perintah langsung dari CEO untuk melakukan body checking," kata kuasa hukum Sarah, David Pohan, di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10/2023).
David mempertanyakan hanya beberapa orang Miss finalis Miss Universe yang diperiksa hingga akhirnya kliennya ditetapkan sebagai tersangka. Dia membantah proses body checking atas inisiasi kliennya.
"Jadi tidak ada itu inisiatif dari klien kami. Itu merupakan perintah, dan juga pada saat memerintahkan, CEO itu bilang, tolong ya lampirkan buktinya," jelasnya.
Kini, tiga petinggi Miss Universe Indonesia juga telah mengumumkan hengkang. Mereka adalah CEO Miss Universe Indonesia Eldwen Wang, Direktur Visual yang juga fotografer selebriti Rio Motret, dan Beauty Director Slam Wiyono.
Ia mengumumkan pengunduran diri melalui akun Instagram pribadi. n erc, jk dan rmc
Editor : Moch Ilham