Dukung Program PAT, Pemkab Bangkalan Usul Penambahan Penyuluh Pertanian

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani di Bangkalan sedang menanam padi. SP/ BGK

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya mendukung program perluasan areal tanam (PAT) dan meningkatkan ekonomi pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mengusulkan penambahan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

"Keberadaan penyuluh pertanian sangat penting, terutama untuk mensosialisasikan penggunaan teknologi pertanian yang bisa membantu petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka," kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahotbun) Kabupaten Bangkalan, Karyadinata, Kamis (03/10/2024).

Baca juga: Viral Sumur Bor Milik Warga di Bangkalan Keluarkan Minyak, Pemkab Mulai Uji Lab

Pasalnya, saat ini jumlah petugas pertanian hanya 66 orang. Sedangkan di Kabupaten Bangkalan terdapat 278 desa dan delapan kelurahan, sehingga jumlah ideal penyuluh yang seharusnya bertugas di Kabupaten Bangkalan 281 orang.

"Idealnya, setiap desa minimal satu orang penyuluh, sehingga pembinaan kepada petani bisa lebih baik. Karena jumlah penyuluh yang ada di sini hanya 66 orang, maka satu orang penyuluh harus menangani empat desa/kelurahan," ujarnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Pasar Kamal Bangkalan Kebanjiran hingga 2 Meter

Oleh karenanya, Pemkab melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan mengusulkan adanya penambahan penyuluh ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut.

Sehingga, diharapkan dengan adanya usulan tersebut, Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi pusat produksi pangan melalui program perluasan areal tanam (PAT).

Baca juga: Jaga Harmoni Alam, Masyarakat Adat di Pacitan Gelar Ritual "Thetek Melek" di Hamparan Sawah

"Jika jumlah petugas penyuluh di Bangkalan ini ideal, kami yakin, program peningkatan produksi pangan melalui perluasan areal tanam akan berhasil sesuai harapan," katanya. bg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru