SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti masalah kekeringan di musim kemarau sejak tanggal 4 September lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mendistribusikan 2,7 juta liter air bersih ke belasan desa yang terdampak.
Lebih lanjut, BPBD dengan dibantu Perumda Tirta Kanjuruhan dan PMI Kabupaten Malang telah melakukan dropping 85 ribu liter air ke 22 lokasi tersebut. Baik desa maupun fasilitas penting, seperti sekolah dan puskesmas. Sedangkan untuk pola distribusi air pun tidak berubah. Setiap desa mendapat jatah antara 5 sampai 20 ribu liter air setiap harinya.
Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi
”Total air yang telah didistribusikan adalah 2.711.150 liter air,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Senin (28/10/2024).
Sebagai informasi, pengiriman air bersih tersebut menyasar ke 15 desa terdampak kekeringan. Diantaranya menyebar di tujuh kecamatan. Yakni Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Donomulyo, Gondanglegi, Pagak, Kalipare, Bantur, dan Gedangan.
Baca juga: Anggaran BBM Terbatas, Pengiriman Air ke Daerah Kekeringan di Bondowoso Ikut Terkendala
Dari tujuh kecamatan tersebut, Sumawe menjadi Kecamatan dengan jumlah Desa yang mendapat jatah terbanyak. Ada lima desa, yakni Sumberagung, Sitiarjo, Kedungbanteng, Ringinsari dan Harjokuncaran.
Kemudian urutan terbanyak kedua adalah Donomulyo dan Kalipare. Masing-masing ada tiga Desa. Di Donomulyo ada Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo. Lalu di Kalipare ada Putukrejo, Kalipare dan Arjosari.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan Puluhan Tandon Air Bersih
Kemudian Gedangan ada Desa Segaran dan Tumpakrejo. Lalu Kecamatan Pagak dan Bantur yang hanya kekeringan di satu desa. Ada Sumberejo di Pagak, dan Bandungrejo di Bantur. Hingga menyasar sekolah dan puskesmas. Jumlahnya lima titik. Yakni Kecamatan Pagak, Sumawe, Donomulyo, dan Gondanglegi. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu