SURABAYAPAGI.com, Malang - Penerapan uji coba pembelian BBM bersubsidi menggunakan QR Code mulai digalakkan di semua SPBU di wilayah Kabupaten Malang. Namun, nyatanya mayoritas sopir angkutan umum (angkot) mengelukan penerapan tersebut.
Pasalnya, kebijakan itu menurut mereka justru menyusahkan dan dianggap tidak efisien, karena diwajibkan menunjukkan QR Code terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua sopir angkutan umum memiliki ponsel pintar. Hal itu yang pertama kali menjadi kendala, ketika akan membeli Pertalite.
Baca juga: Selama Ramadhan, SPPG Kota Malang Ganti MBG dengan Makanan Kering
"Semakin ke sini, rasanya semakin sulit untuk membeli BBM. Banyak aturan," jelas Mustakim (54), salah satu sopir angkutan umum di kawasan Kepanjen, Malang, Minggu (17/11/2024).
Sedangkan, QR Code sendiri harus memiliki smartphone yang memadahi untuk mendaftarkan kendaraannya. Hal ini tentunya semakin membuat kewalahan bagi sebagian orang. Bukan hanya Mustakim, nyaris seluruh sopir angkutan umum juga mengeluhkan hal sama.
"Banyak yang mengeluh, teman saya itu banyak yang nggak punya HP banyak yang ngeluh nggak bisa beli bensin. Jadinya mereka harus beli eceran," ungkap Mustakim.
Baca juga: Peternak Malang Diimbau Waspada Risiko Wabah PMK di Musim Hujan yang Tak Tentu
"Sopir yang punya HP saja jarang, kebanyakan HP-nya ya HP biasa pokok bisa buat telepon. Kalau gitu, ya mana bisa beli?" Keluhnya.
Sementara itu, Area Manager Comm, Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan pendaftaran QR Code masih terus dibuka. Masyarakat atau pengguna kendaraan roda empat bisa mendatangi SPBU terdekat untuk mendaftar sebagai penerima BBM bersubsidi.
"Di SPBU disediakan helpdesk untuk bisa langsung mendaftarkan kendaraan," ujar Ahad terpisah.
Baca juga: Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri
Ahad mengungkapkan bahwa proses uji coba penerapan QR Code Pertalite sudah mulai diberlakukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama untuk transaksi BBM bersubsidi. Langkah ini setelah proses sosialisasi untuk pembelian BBM bersubsidi tepat sasaran sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu.
"Sejak disosialisasikan 6 bulan yang lalu, SPBU mulai uji coba penerapan penggunaan QR Code Pertalite dalam bertransaksi pembelian BBM bersubsidi tersebut," beber Ahad. ml-02/dsy
Editor : Desy Ayu