SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya penampakan buaya di kawasan mangrove Surabaya. Perekam juga menunjukkan jejak kaki buaya berukuran besar di sekitar lokasi. Penemuan ini memicu kekhawatiran, mengingat kawasan tersebut kerap dikunjungi warga untuk memancing hingga berwisata.
"Ya ini dokumentasi tentang jejak kaki buaya. Lokasi di Dusun Wonorejo, di bawah jembatan semanggi," jelas perekam, dikutip Selasa (14/04/2026).
Baca juga: Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit
Namun, di sisi lain, sejumlah warganet menilai kemunculan buaya tersebut masih wajar karena kawasan mangrove merupakan habitat alaminya. Sehingga, menindaklanjuti laporan terkait viralnya buaya tersebut, pihak Command Center 112 Surabaya menyebut belum menerima laporan dari warga terkait kemunculan buaya tersebut.
Baca juga: Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon
Meski demikian, petugas memastikan akan tetap melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial. Pihaknya juga menambahkan, informasi yang viral di media sosial tidak selalu sesuai dengan lokasi sebenarnya.
Sehingga perlu dilakukan verifikasi langsung di lapangan. Pasalnya, kawasan perairan dari Pintu Air Jagir hingga wilayah muara memang termasuk habitat buaya berdasarkan keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). "Habis ini kita coba meluncurkan teman-teman untuk melakukan asesmen di sana," terang Katinja Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar.
Baca juga: Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar
Lebih lanjut, petugas nantinya juga akan melakukan evakuasi apabila buaya ditemukan di lingkungan warga dan akan dilaporkan ke pihak terkait. "Kecuali kalau misalnya laporan dari masyarakat, ada beberapa waktu yang lalu ada buaya di rumah, dia ngerawat buaya ternyata, habis itu dia nggak bisa ngasih makan, dia takut dan sebagainya. Kita evakuasi, kita kondisikan, kita bawa ke BKSDA," ujarnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi