Untuk Menyambung Hidup, Barang Berharga Digadaika

Ombak Besar Nelayan Lamongan Enggan Melaut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sudah seminggu ini mayoritas nelayan di wilayah Pantura Brondong dan Paciran Lamongan harus kehilangan mata pencarianya, menyusul keenggananya melaut, lantaran ombak saat ini cukup tinggi dan membahayakan keselamatan. Apalagi tingginya ombak 2-3 meter juga disertai dengan angin kecang. Kontan saja kondisi yang demikian, oleh pera nelayan di wilayah utara dimanfaatkan untuk memperbaiki jala dan jaring di sekitar tepi pantai sepanjang pantai mulai Weru Paciran hingga wilayah Brondong. Seperti yang dituturkan oleh Bharis salah satu nelayan di Pantura, Selasa (25/12/2018) menyebutkab kalau nelayan sudah semingguan mayoritas tidak menjalankan aktifitas mencari ikan. Kalaupun ada yang nekad beraktifitas, karena semua itu adalah bagian dari kebutuhan, sesama nelayan hanya bisa memperingatkan, tidak bisa mencegahnya, dan semua nelayan tahu akan resikonya. "Kami para nelayan tidak gegabah nekad melaut, kalaupun ada yang masih nekad melaut itu karena keterpaksaan dan kebutuhan, kami sebagai teman hanya bisa mengingatkan tidak bisa mencegahnya," Bharis tokoh pemuda setempat ini menceritakan. Meskipun katanya, pendapatan yang selama ini diperoleh akan hilang begitu saja, namun lanjutnya keselamatan jiwa tetap menjadi yang utama. "Rata-rata nelayan harus kehilangan pendapatan per harinya 150 - 200 ribu, ya bagaimana lagi memang sudah musimnya," terangnya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari kata Bharis nelayan harus mengambil uangnya yang ada di bank."Untuk saya kebetulan kami punya tabungan, ya kami ambil uang itu untuk kebutuhan sehari-hari, kalau tidak punya tabungan ya kasihan, harus ada perhatian dari Pemerintah," ujarnya. Namun dari ratusan nelayan Pantura, masih banyak dan mayoritas mereka jarang yang mempunyai tabungan. Sehingga untuk melanjutkan hidup dari kondisi demikian, nelayan kebanyakan banyak juga yang menjual barang berharga. "Barang berharga mereka ada yang dijual, ada juga yang digadaikan, semua itu dilakukan hanya untuk menyambung hidup, dan kebutuhan sehari-hari," jelasnya. Sementara itu, Sekretaris HNSI Lamongan Muhlisin saat dihubungi terpisah membenarkan kalau nelayan di Pantura enggan melaut. Kalaupun ada yang melaut tidak berani terlalu jauh. Hanya sejauh sekitar 2-5 mil dari pantai. Itupun hanya untuk mencari rajungan, meski harga rajungan minggu-minggu ini terjun bebas. "Rajungan satu kilonya cuman antara Rp 35-40 ribu, padahal harga biasanya bisa sampai Rp 75-100 ribu," ujarnya. Namun demikian masih ada saja yang nekad untuk tetap melaut. Meskipun sudah diimbau tapi tetap berani menerobos ombak. Alasannya mutlak karena mereka butuh makan. "Kita ini hanya bisa mengimbau dan berharap agar mereka berhati-hati," katanya. Dalam kondisi ombak besar seperti ini lanjut Muhlisin, sangat rawan kecelakaan. Apalagi, di perairan Desa Paciran, tempat keluar masuk perahu menuju labuh sekarang ini mengalami pendangkalan. Karena itu ia berharap ada kepada pemerintah untuk ikut memberikan perhatian atas tidak melautnya nelayan di wilayah Pantura ini, apalagi beban hidup yang harus ditanggung tidak sedikit."Nelayan yang tidak melaut ini supaya diperhatikan oleh pemerintah," harapnya. jir
Tag :

Berita Terbaru

KPK Periksa Pengembang hingga Pengurus Kampus, Dalami Kasus Pemerasan Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

KPK Periksa Pengembang hingga Pengurus Kampus, Dalami Kasus Pemerasan Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi

Senin, 27 Apr 2026 14:35 WIB

Senin, 27 Apr 2026 14:35 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus perguruan tinggi terkait dugaan pemerasan yang …

Musim Panen Raya Pertama, Ratusan Hektare Sawah di Jombang Alami Puso

Musim Panen Raya Pertama, Ratusan Hektare Sawah di Jombang Alami Puso

Senin, 27 Apr 2026 13:28 WIB

Senin, 27 Apr 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Memasuki panen raya tahap pertama, justru membuat para petani di Jombang, Jawa Timur meringis. Pasalnya, sebanyak ratusan hektare…

Damkar Madiun Temukan 30 Dapur MBG Tak Berizin Mitigasi Kebakaran, Mayoritas Abai Keamanan Bangunan

Damkar Madiun Temukan 30 Dapur MBG Tak Berizin Mitigasi Kebakaran, Mayoritas Abai Keamanan Bangunan

Senin, 27 Apr 2026 13:08 WIB

Senin, 27 Apr 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti izin ketat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), justru baru-baru ini tim Pemadam Kebakaran (Damkar)…

Targetkan Penurunan Stunting: SPPG Lumajang Bertambah, Akses MBG Ikut Merata

Targetkan Penurunan Stunting: SPPG Lumajang Bertambah, Akses MBG Ikut Merata

Senin, 27 Apr 2026 12:59 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui pemenuhan gizi anak terus dipercepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen akan meningkatkan sumber daya…

Lewat Penguasaan Bahasa Asing, Pemkab Lumajang Dorong SDM Mampu Hadapi Persaingan Global

Lewat Penguasaan Bahasa Asing, Pemkab Lumajang Dorong SDM Mampu Hadapi Persaingan Global

Senin, 27 Apr 2026 12:52 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat fenomena dimana penguasaan bahasa asing kian menjanjikan dalam berbagai aspek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Diduga Pelaku Curi Banner Spanduk Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Diduga Pelaku Curi Banner Spanduk Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Senin, 27 Apr 2026 12:49 WIB

Senin, 27 Apr 2026 12:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - 4 pelaku di duga melakukan pencurian Bener (Spanduk ) di amankan Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, setelah menerima laporan Haryono 56…