Desa Ragang Belum Ada Program PTSL, kok Bisa?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Pamekasan – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, angkat bicara soal program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Ragang, Kecamatan Waru, yang kisruh gara-gara diduga terjadi pungutan biaya. Bukan soal pengutan biaya yang menjadi sorotan BPN Pamekasan, tetapi pada program PTSL yang diklaim mulai direalisasikan. Padahal BPN mengaku belum menetapkan program PTSL di Desa Ragang. “Di Ragang kami belum menetapkan lokasi dan kegiatan di sana untuk PTSL itu. Kalau kami belum ada kegiatan di Desa Ragang. Kalau (ada pungutan, red), kami tidak tahu menahu soal itu,” kata Kepala BPN Pamekasan, Tugas Dwi Padma, Jumat (2/8). Tugas, panggilan Tugas Dwi Padma mengaku tidak mengetahui kegiatan pengukuran tanah di Desa Ragang yang diklaim program PTSL tahun 2018. Tugas juga tidak mengetahui program apa yang dilakukan pemerintahan Desa Ragang. Tetapi, semua kegiatan BPN Pamekasan yaitu PTSL. Masih menurut Tugas, program PTSL hanya dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu rupiah. Uang tersebut untuk biaya administrasi, patok tanah dan pembelian materai sebesar Rp 150 ribu. Biaya itu sudah berdasarkan peraturan menteri yang ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (Perbup) nomor 21 tahun 2017 tentang biaya program PTSL. Warga yang ingin mendapatkan sertifikat melalui program PTSL cukup mengumpulkan KTP, KK dan SPPT. “Kalau pra PTSL kemungkinan ada, ya untuk pembelian materai, biaya patok dan lain, tetapi kalau di Desa Ragang kami belum action di sana,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga asal Desa Ragang, RKY (inisial) mengaku dimintai uang sebesar Rp 50 ribu per bidang tanah oleh panitia PTSL. RKY mendaftarakan sejumlah bidang tanah. “Masing-masing bidang tanah dipungut biaya Rp 50 ribu, tapi saya belum bayar lunas, nanti pelunasan setelah sertifikat tanah keluar,” kata RKY, Jumat (2/8).
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…