Antisipasi Anarko di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejak Minggu (12/4/2020), Polsek-polsek di Surabaya mulai Melakukan Patroli Besar-besaran di Sejumlah Tempat Perbelanjaan dan Mini Market Cegah Rencana Aksi Vandalisme yang ingin Kacaukan Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Situasi merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia, ternyata masih dimanfaatkan beberapa pihak dengan melakukan tindakan-tindakan berujung pidana. Bahkan, dua hari terakhir, sejak Sabtu hingga Minggu, Polri telah membongkar aksi vandalisme yang berisikan provokasi dan membuat keonaran publik di dua tempat berbeda. Yakni di Tangerang dan kota Banjar. Bahkan, ditelusuri kepolisian, akan ada aksi vandalisme berujung keonaran besar-besaran tanggal 18 April 2020 mendatang di seluruh Pulau Jawa dan kota besar lainnya. Termasuk sasaran di Surabaya. Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya pun, mulai waspada dan membentuk pengamanan hingga tingkat RT dan RW. Aksi vandalisme yang terungkap di Tangerang dan Banjar, yakni kelompok Anarko. Dari penelusuran tim data Surabaya Pagi, Anarko merupakan sebuah organisasi formal. Kelompok ini punya paham anti kemapanan, anti kebijakan pemerintah, dan anti kapitalis. **foto** Menurut laman resmi Wikipedia, kelompok Anarko memiliki ideologi yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan. Anarko itu tidak berbasis kepengurusan dan aksi vandalisme mereka juga berisikan provokasi untuk melawan pemerintah dan membuat keonaran antara lain “Kill the rich“, “Mati konyol atau melawan,” dan “Krisis, saatnya membakar!”. “Siaga Satu” Minimarket Sejak bergulirnya rencana aksi besar-besaran 18 April 2020 oleh kelompok Anarko. Hingga Minggu (12/4/2020), beberapa tempat di kota Surabaya pun mulai “siaga satu”. Terutama di beberapa tempat minimarket dan pusat perbelanjaan. Hal ini terungkap setelah tim wartawan Surabaya Pagi mendatangi Indomaret Raya Manyar, Surabaya, dan Alfamidi Manyar, Minggu (12/4/2020). Sejak adanya kabar akan ada aksi vandalisme berujung kerusuhan, dua minimarket itu sudah dihimbau dan dilakukan pemantauan oleh Kepolisian. “Pagi tadi (Minggu pagi kemarin, red) Polisi sudah datang ke tempat kami untuk waspada bila ada sewaktu-waktu tindakan anarkis berujung kerusuhan seperti yang diungkap di Tangerang. Bahkan, kami juga sudah diberi nomor kontak cepat ke Polsek Gubeng,” ujar Faud Saufi, Asisten Kepala Toko Indomaret Raya Manyar, Minggu (12/4/2020). Bahkan dari kepolisian Polsek Gubeng, lanjut Faud, juga menghimbau kepada pihak mini market bila mendapati semacam chat orang yang mencurigakan atau selebaran pamflet kebencian, untuk segera melapor. “Apalagi kalau ada yang beri selebaran-selebaran mencurigakan berbau provokatif. Kami juga diminta langsung hubungi Polsek Gubeng atau hubungi Command Center 112. Jadi himbauan Polsek Gubeng, Minggu pagi itu sudah dipertimbangkan langsung oleh manajemen. Karena ini menyangkut instruksi keamanan,” ungkapnya. Dari penggalian Surabaya Pagi, Polsek Gubeng juga telah melakukan kontrol dibeberapa mini market yang ada di Surabaya seperti kawasan Kertajaya Indah Timur, Raya Kertajaya, dan Manyar Tirto Yoso dengan melakukan kontrol secara rutin mulai mahgrib hingga menjelang toko akan tutup karena sepi pengunjung. Hal senada juga diungkapkan Shintia, staff supervisor Alfamidi Manyar. Bahkna, penambahan CCTV di sejumlah sudut, sudah disiapkan. “Kami juga sudah melakukan penambahan titik CCTV. Hal ini untuk waspada aksi yang berbuat keonaran hingga penjarahan keadaan ditengah wabah virus corona ini,“ jelas Shintia, Staff MD Alfa midi. Gandeng Intel TNI Untuk itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andhiko juga telah melalukan pemetaan menyeluruh dengan menggandeng intelijen Polri dan TNI untuk mengantisipasi aksi Anarko. “Terkait pengungkapan anarko di Polda Metro, Polda Jatim akan antisipasi melalui Intelijen Keamanan dan berkoordinasi dengan Polda Metro terkait nonstruktur jaringan yang ada di DKI dengan Surabaya,” ujar Kombes Pol Trunoyudo kepada Surabaya Pagi, Minggu (12/4/2020). Kombes Pol Trunoyudo mengklaim, di Surabaya dan sekitarnya termasuk beberapa Kabupaten dan Kota di Jatim, jauh hari sebelumnya, telah dilakukan Patroli Berskala besar setiap hari gabungan TNI Polri dan Pemerintah Daerah Jatim bersinergi guna masuknya anarko. Patroli dari RT/RW “Kegiatan deteksi dini atau awal dilakukan oleh Intelkam dan preemtif oleh Binmas, kepolisian sampai dengan tingkat desa bahkan RT/RW sinergi TNI Polri melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta aparatur pemerintah RT/RW serta Lurah dan Desa,” ujar Trunoyudo. Dan saat ini, tambah perwira dengan tiga melati dipundak ini, Polda Jatim telah mendapat informasi detail motif-motif dan rencana aksi terkait aksi vandalisme yang dilakukan lima tersangka di Polda Metro, Sabtu kemarin. Dan sejauh ini motifnya, memberikan provokasi, ajakan untuk membuat keruh suasana di saat pemerintah menangani percepatan mengatasi pandemi Covid19 maka dalam hal ini sudah diungkap. Masih kata mantan Kabid Humas Polda Jabar, kegiatan yang dilakukan oleh pelaku pelaku yang ditangani oleh Polda Metro adalah kejahatan yang sangat berat dan meresahkan. “Itu kejahatan sangat berat. Meresahkan masyarakat luas, apalagi dalam kondisi wabah Covid-19 yang aksi itu mengajak kekacauan. Tindak pidananya bisa dikenai 10 tahun penjara,” jelas Trunoyudo. Hukuman pidana penjara 10 tahun itu diatur dalam Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 160 KUHP Surabaya Belum Terendus Terpisah, Polrestabes Surabaya melalui Kasubag humas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar menyebut tindakan Anarko yang berhasil diungkap di Tangerang Kota dan Banjar, tidak akan terjadi di Kota Surabaya. “Hingga kini, di Surabaya masih belum ada. Kita sendiri belum mengamankan atau mengendus adanya kelompok Anarko di Surabaya. Meski begitu, kami tetap akan intensif melakukan pemantauan kelompok tertentu yang dicurigai tergabung dengan Anarko. Jadi Surabaya tetap aman dan kondusif,” kata AKP Akhyar, kepada Surabaya Pagi, Minggu (12/4/2020). Untuk itu, lanjut Akhyar, mengantisipasi adanya rencana tersebut, Polrestabes Surabaya akan meningkatkan penjagaan di sejumlah wilayah terutama minimarket, supermarket dan tempat pusat perbelanjaan mengantisipasi adanya aksi kerusuhan dari kelompok Anarko "Kami akan tingkatkan penjagaan di sejumlah tempat. Termasuk tempat perbelanjaan, minimarket, pasar, hingga mall. Bahkan, kami tetap akan melakukan patroli dalam skala besar, " timpal Akhyar. Pergerakan Melalui Chat WA Kita ketahui, Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap lima orang pemuda yang menyebarkan ujaran kebencian dan aksi vandalisme di wilayah Tangerang Kota, berhasil mengungkap adanya dugaan aksi kejahatan terorganisir. “Mereka merencanakan pada tanggal 18 April 2020 akan melakukan aksi vandalisme secara bersama-sama di kota besar di Pulau Jawa ini,” kata Inspektur Jenderal Nana Sudjana Kapolda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020). Nana mengatakan, para pelaku ini berniat memanfaatkan situasi masyarakat yang sedang resah di tengah wabah Covid-19 dengan menyebarkan provokasi, untuk membuat keonaran dengan ajakan membakar dan menjarah. “Kelompok ini sangat berbahaya dan kita bersyukur kasus ini bisa terungkap sehingga rencana mereka tidak bisa terlaksana,” ujarnya. Setelah diamankan polisi, kata dia, kemudian dilakukan pemeriksaan intensif kepada para tersangka dan berhasil menemukan grup WhatsApp dan Telegram yang menjadi sarana komunikasi kelompok ini. Dari pemeriksaan terhadap ponsel tersangka inilah diketahui ada upaya membuat keonaran pada tanggal 18 April. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku dan mereka mengaku bahwa motif kelompok mereka melakukan aksi vandalisme ini karena tidak puas terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.nt/jem/pat/jk/erk1/rmc
Tag :

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…