Masyarakat Butuh Stimulus Bahan Pokok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. Achmad Chusairi, MA
Dr. Achmad Chusairi, MA

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - PSBB yang telah diberlakukan pada gelombang kedua, tidak menurunkan tingkat angka pada kasus positif dari virus Covid - 19 yang semakin naik. Apalagi dilihat dari perilaku warga yang sedang menjalani PSBB di Surabaya Raya. Hal ini disorot dua pakar psikologi sosial dari Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang.

Dr. Achmad Chusairi, MA. Departemen Psikologi Sosial & Kepribadian, Fak. Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, berpendapat bahwa harus ada pendekatan di lapangan untuk memahami berbagai kasus selama PSBB. "Jadi harus ada pendekatan di lapangan untuk memahami, mungkin ada berbagai kasus. Misalnya kasus pengabaian PSBB karena tidak terlalu paham mungkin, ada faktor tarik menarik antara kebutuhan dengan instruksi untuk PSBB dan ini harus diselesaikan dalam bentuk kerjasama dengan instansi dan juga dengan perusahan tempat bekerja. Harus ada pendekatan di lapangan untuk memahami kenapa orang-orang tidak mematuhi, selain pendekatan penegakan hukum dan ketertiban, juga harus dipahami dalam sudut pandang masyarakat," ujarnya kepada Surabaya Pagi, Minggu (17/5/2020).

Disinggung soal pelonggaran PSBB, Achmad Chusairi menjelaskan pelonggaran merupakan kelanjutan dari kalkulasi ekonomi. "Pelonggaran ini kan juga harus dipahami, negara yang paling kuat ekonominya pun memaksa untuk pelonggaran dengan kelanjutan ekonomi. Pelonggaran PSBB pasti ada faktor kalkulasi ekonomi. Bila PSBB dilakukan secara ekonomi kita tidak bisa menanggung. Artinya tidak mungkin kalau dilakukan terus menerus seperti itu," katanya.

Senada juga dikatakan, Sukma Nurmala, S.Psi., M.Si, dosen Psikologi Sosial Universitas Brawijaya. Menurut Sukma, masyarakat bisa jadi akan “patuh” dalam pelaksanaan PSBB, bila ada stimulus kebutuhan pokok masyarakat.

"Mereka merespon cepat dengan adanya stimulus yang datang. Biasanya istilah PSBB itu dianggap sebagai karantina wilayah lockdown dan lain-lain. Biasanya penerapan PSBB antar daerah juga berbeda-beda, tergantung kebijakan dari pemimpin daerah. Ini kan juga sejumlah kota lainnya juga akan menerapkan PSBB, sebetulnya kalau di lihat dari prilaku masyarakat ada istilah punic buying. Jadi mereka cenderung untuk membeli banyak barang, untuk menyetok karena mereka ketakutan untuk menyetok stok barang yang akan habis, seperti sembako," ungkapnya.

Ia kemudian memaparkan terkait istilah cognitive dissonance dan perilaku masyarakat lainnya terkait panic buying yang sedang menjadi fenomena aktual selama pandemi Covid - 19. "Bisa timbul cognitive dissonance, intinya ada perasaan tidak nyaman yang memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan itu. Contohnya misalnya satu sisi masyarakat tahu tentang bahaya Covid-19 jika banyak beraktivitas di keramaian dan seharusnya tetap di rumah/menjauhi kerumunan. Namun satu sisi lainnya mereka memiliki kebutuhan untuk melakukan mobilitas setelah sekian lama dalam kondisi. Perilaku masyarakat lainnya terkait panic buying juga menjadi fenomena yang aktual selama pandemi Covid-19 ini," paparnya. byt

Tag :

Berita Terbaru

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Kuota 133 Rumah dari Kediri Dialihkan 

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Kuota 133 Rumah dari Kediri Dialihkan 

Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:26 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Fakta baru terungkap dalam sidang dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten…

Gus Fawait Optimalkan JKCI Jadi Strategi Hilirisasi Tembakau dan Promosi Wisata Jember

Gus Fawait Optimalkan JKCI Jadi Strategi Hilirisasi Tembakau dan Promosi Wisata Jember

Selasa, 04 Agu 2026 15:45 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Malam puncak perhelatan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 berlangsung meriah di pesisir Pantai Watu Ulo, Jember, Sabtu…

Homecare Jember, Gus Fawait Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Pintu Rumah Warga Miskin

Homecare Jember, Gus Fawait Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Pintu Rumah Warga Miskin

Selasa, 04 Agu 2026 15:43 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program Homecare sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya …

Perkuat Sinergi, Kapolres Blitar Silahturahmi dengan Para Ulama dan Tokoh Agama

Perkuat Sinergi, Kapolres Blitar Silahturahmi dengan Para Ulama dan Tokoh Agama

Selasa, 04 Agu 2026 15:40 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com Blitar - Setelah menjabat baru di jajaran Polres Blitar sebagai Kapolres Blitar, Kapolres Blitar AKBP Ardy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H.…

Sambut HUT RI ke-81, Rombomgan Ketua MPR Bersama Rombongan Ziarah Kunjungi Makam BK

Sambut HUT RI ke-81, Rombomgan Ketua MPR Bersama Rombongan Ziarah Kunjungi Makam BK

Selasa, 04 Agu 2026 15:38 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rombongan Pimpinan MPR RI berziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kota Blitar, Selasa …

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya Hampir Rampung

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya Hampir Rampung

Selasa, 04 Agu 2026 15:26 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui laman Instagram resmi Kementerian Keuangan, Purbaya saat meninjau pembangunan sekolah rakyat di Surabaya, kini progres…