Pasien Covid -19 Melonjak, Wali Kota Siapkan Karantina Balai Diklat 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Ning Ita saat meninjau kesiapan gedung balai diklat untuk tempat karantia pasien covid - 19 Kota Mojokerto.SP/Dwy
Wali Kota Ning Ita saat meninjau kesiapan gedung balai diklat untuk tempat karantia pasien covid - 19 Kota Mojokerto.SP/Dwy

i

SURABAYA PAGI.Com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mulai menyiapkan gedung balai diklat sebagai lokasi karantina warga yang berstatus tanpa gejala (OTG). Ini sebagai antisipasi terus melonjaknya kasus covid -19 di Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengungkapkan, melonjaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif virus korona jenis baru tidak lepas karena hasil tracing yang gencar dilakukan oleh petugas medis sejak bulan puasa hingga saat ini.

Sebab, dari hasil penelusuran itu terdapat tambahan data confirm positif Covid-19 yang rata-rata berstatus OTG. Hampir semuanya menjalani karantina di gedung observasi Rusunawa Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

’’Namun kapasitas rusunawa saat ini kondisinya sudah hampir penuh. Kebanyakan dari tenaga kesehatan rumah sakit yang biasa menagani pasien corona," ujarnya ditemui usai melihat kesiapan gedung balai diklat, Selasa (16/6/2020).

Mengingat, proses tracing hingga hari ini masih terus berjalan. Sehingga, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kasus positif Covid-19 baru. ’’Dari awal gedung diklat ini sudah kami rencanakan sebagai tempat karantina jika rusunawa penuh,’’ paparnya.

Ning Ita menyebutkan, penggunaan Balai Diklat tidak semata-mata digunakan bagi OTG yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi  juga bagi OTG yang tengah menunggu hasil swab. Di sisi lain, gedung yang berada di Sekar Putih, Kecamatan Magesari, juga diperuntukkan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala klinis ringan.

Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan serta percepatan dalam penanganan warga yang hasil rapid test-nya menunjukkan reaktif. ’’Ketika hasil mereka reaktif, maka kami melakukan prosedur sesuai dengan standar protokol untuk mengevakuasi ke tempat observasi untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin,’’ imbuhnya.

Petinggi pemkot ini menyebutkan jika balai diklat memiliki fasilitas sebanyak 10 ruangan. Menurutnya, ruangan tersebut akan memiliki daya tampung sebanyak 37 tempat tidur.

Sama halnya dengan gedung observasi rusunawa, di balai diklat juga akan ditempatkan tenaga kesehatan dan paramedis untuk melakukan pengawasan. Sebanyak 10 ruangan juga akan dikelompokkan khusus bagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19 dan yang tidak.

’’Tentu orang yang belum berstatus positif jangan sampai tertular oleh yang postif. Semua sudah diatur oleh tim medis,’’ urainya. Sementara itu, pembaharuan data terbaru kasus Covid-19 di Kota Mojokerto hingga Senin malam (15/6/2020) kemarin untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya naik menjadi 565 orang.

Pun juga dengan jumlah PDP naik menjadi 11 orang. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, masih tetap 40 orang. Dengan rincian 4 orang dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal, dan 34 masih dalam perawatan. 

Sekedar informasi, Wali Kota Ning Ita turun langsung memantau kesiapan gedung balai diklat, Selasa (16/6/2020) pagi. Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini survey lokasi dengan didampingi Wakil Wali kota, Ahmad Rizal Zakaria dan sejumlah Kepala OPD. dwy

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak…

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan…

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dipicu momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung…

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…