Sekolah Tatap Muka Akan Diterapkan di Surabaya, Setuju atau Tidak?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya. SP/ DECOM
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya. SP/ DECOM

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya -Pemkot Surabaya berencana membuka sekolah tatap muka untuk siswa SMP. Dari 388 jumlah SMP di Surabaya, ada 21 SMP yang akan menjalankan sekolah tatap muka.

21 SMP ini mewakili 5 wilayah di Surabaya. Dan untuk pilot project, ada 5 SMP yang ditunjuk. Pemkot Surabaya belum tahu pastinya kapan sekolah tatap muka digelar.

Untuk itu kajian yang lebih dalam terus dimatangkan termasuk menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan.

 "Jadi memang Pemkot Surabaya berencana akan memasukkan (siswa), tapi tidak semuanya. Jadi ini sekarang masih dicek dulu terkait protokol kesehatan," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara kepada wartawan di kantornya, Rabu (29/7/2020).
 
Dewan Pendidikan Jatim Isa Ansori mengaku kondisi saat ini menjadi dilema karena pandemi COVID-19 yang mengancam kesehatan siswa. Di sisi lain, pembelajaran daring yang sudah berlangsung selama 5 bulan ini tidak maksimal.
 
"Selama pembelajaran daring tidak maksimal. Guru juga tidak maksimal dalam pemberian materi pelajaran. Orang tua juga tidak siap. Mulai ekonominya, akademis. Sehingga pendampingan anak di rumah tidak maksimal," kata Isa.

 

Namun bagi Isa, faktor kesehatan siswa tetap menjadi pengawasan pertama dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, terdapat pilihan sulit jika di sekolah banyak wali murid yang masih belum siap.

"Bagi saya pendidikan penting dan kesehatan juga penting, bagaimana menjalankan pendidikan dan kesehatan? Kalau di sekolah lebih terjamin ada pengawasan. Protokol kesehatan diterapkan. Sehingga menurut saya di tengah pilihan yang sulit ini pemerintah memastikan di tingkat SMP anak-anak kembali sekolah dengan protokol kesehatan secara ketat," kata Isa.

Terlebih sebelum sekolah tatap muka resmi dibuka kembali, langkah-langkahnya harus dipastikan dulu. Mulai sosialsisai, persiapan masuk sekolah, hingga protokol kesehatan dipastikan harus berjalan.

"Saya mengapresisasi putusan ini tapi dengan syarat kalau anak -anak kembali ke sekolah, maka protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Pendidikan jalan, anak-anak juga terlindungi kesehatan dari pandemi COVID-19," tambahnya.

Selain protokol kesehatan, pemkot juga mengantisipasi rencana ini dengan melakukan rapid test terhadap ribuan tenaga pengajar dan tenaga sekolah yang sekolahnya akan dijadikan sekolah tatap muka.

Sementara itu IDI Surabaya memilih berhati-hati dalam menanggapi rencana sekolah tatap muka. IDI Surabaya memberikan beberapa catatan di mana IDI lebih menyoroti soal komorbid guru dan wali murid.

"Karena yang harus dicatat pula yang ada komorbid, hipertensi, diabetes, jantung itu kan sangat rentan terjadi, angka yang sangat rentan. Semua yang fatal itu sebagian besar kan ada komorbid makanya harus dideteksi komorbid itu," kata Ketua IDI Surabaya dr Bramana Askandah SpOG (K).

Pasalnya, lanjut Brahmana, anak-anak bisa saja terpapar COVID-19 dan tanpa memiliki gejala. Namun virus itu akan menjadi petaka ketika hinggap di guru atau orang tua yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Harus hati-hati, karena mungkin saja anaknya tidak ada gejala tapi di rumah orang tuanya ada komorbid si anak menularkan ke orang tuanya, kan mungkin. Anaknya sih sehat, tapi orang tuanya yang punya komorbid bisa menjadi masalah. Makanya harus diidentifikasi oleh pihak sekolah sebelum masuk," jelas Brahmana.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda setuju diterapkannya sekolah tatap muka di tengah pandemi ini? Ataukah anda tidak setuju karena sekolah tatap muka bisa berpotensi menciptakan klaster baru?.   dsy3

Berita Terbaru

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…