SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya melihat, pemberian penghargaan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon merupakan hak prerogatif Presiden. Namun pemberian penghargaan ini banyak menimbulkan pertanyaan karena baru pertama kali untuk pimpinan DPR yang purna.
Jadi dalam situasi seperti ini, memang kondisi dunia politik akan selalu dinamis. Dalam politik, tidak ada kawan dan lawan abadi.
Dalam konteks ini bisa dikatakan meminimalisor pihak oposisi. Apalagi Gerindra sudah masuk di pemerintahan dan Fahri mendirikan partai baru yang juga masih butuh pijakan.
Hal ini saya lihat bila langkah pemerintahan era Presiden Joko Widodo dalam merangkul Gerindra duduk di kabinet, untu mengurangi oposisi menandakan bila adanya hubungan mesra antara PDI Perjuangan dan Gerindra.
Yah hitung-hitung untuk Pilpres tahun 2024 mendatang, dan memenuhi janji yang tertunda. byt
Editor :
Moch Ilham
Berita Terbaru
Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB
Jumat, 24 Jul 2026 14:25 WIB
SurabayaPagi, Jakarta – Di tengah kebutuhan Indonesia akan talenta digital yang semakin besar, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mensuport i…
Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB
Jumat, 24 Jul 2026 14:17 WIB
SURABAYAPAGI.com, Malang – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan RedTalk merupakan ruang dialog yang dibangun untuk mendengar aspirasi …
Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB
Jumat, 24 Jul 2026 12:46 WIB
SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring beredarnya informasi di medsos dan media-media online tentang adanya aturan baru yang menyebut pengendara sepeda motor d…
Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB
Jumat, 24 Jul 2026 11:15 WIB
SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen bersama PT Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris Almarhum Rahmad Gobel, Anggota DPR RI periode 2…
Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB
Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Nama Camat Manguharjo, Lita Febriana Hapsari, muncul dalam persidangan dugaan pemerasan dengan modus CSR dan gratifikasi fee proyek …
Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB
Kamis, 23 Jul 2026 21:01 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel, mengaku mengelola dana sebesar Rp7 m…