Gus Amik Dinilai Layak Dampingi MA di Pilwali Surabaya 2020

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Machfud Arifin (KIRI) dan Miratul Mukminin (KANAN). SP/ALQ
Machfud Arifin (KIRI) dan Miratul Mukminin (KANAN). SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Teka-teki siapa bakal calon wakil walikota (Bacawawali) Surabaya yang akan digandeng bakal calon walikota (Bacawali) Machfud Arifin (MA), sedikit terkuak. Beredar foto MA yang diusung sejumlah partai politik masing-masing PKB, Golkar, PAN, Gerindra, PKS, NasDem bersanding dengan Miratul Mukminin atau yang biasa disapa Gus Amik. Sebelumnya, semua parpol pendukung sudah menyetor nama yang dinilai layak disandingkan dengan MA.

Sejumlah kalangan khusunya parpol pengusung merespon positif desas-desus digandengnya Gus Amik untuk mendampingi MA dalam Pilwali Surabaya 2020.

Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari mengatakan, MA memang cocok digandeng dengan siapapun. Menurutya, siapa pun berpeluang mendampingi MA dalam Pilwali Surabaya 2020. Sosok MA yang tinggi elektabilitasnya memudahkan baginya untuk memilih pendampingnya.

Dikonfirmasi wartawan soal kemungkinan MA menggandeng Gus Amik dalam Pilwali Surabaya yang akan dihelat 9 Desember 2020, Lucy Kurniasari mengatakan, koalisi pengusung MA memiliki banyak stok yang dapat dijadikan pendamping untuk memenangkan MA dalam Pilwali 2020. Salah satunya tentu Gus Amik.

Selain Gus Amik, tambah Anggota DPR RI tersebut, partai pengusung lain juga sama peluangnya untuk mendampingi MA. Calon yang diusulkan masing-masing partai pengusung memiliki popularitas dan elektabilitas yang baik.

“Calon yang diusulkan Partai Demokrat juga sama mumpuninya dengan Gus Amik,” tegas Ning Surabaya tahun 1986 ini.

Karena itu, jelas Lucy, Siti Anggraenie Hapsari (SAH) dan Mochamad Machmud sangat layak mendampingi MA, karena popularitas dan elektabilitasnya sangat baik.

“Sebagai partai pengusung, kami sudah sepakat untuk menyerahkan pada MA untuk memilih pendampingnya. Kita tunggu saja ya !” Seru Lucy.

Tanggapan singkap disampaikan Sekretaris DPD PAN Sby Endras Heru. Menurutnya, kabar tersebut belum tentu benar.”Masih dalam proses verifikasi cawawali, Insya Allah minggu depan sudah ada ada nama cawawali yang direkom semua partai pengusung dan cak MA juga,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya,BF Sutadi mengaku belum mengetahui kabar tersebut.”Belum tahu mas, tanyakan ke Pak MA,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Abdul Malik mengatakan, masalagh pendamping merupakan hak prerogatif MA. “Kita sebagai pengusung tugasnya fokus untuk kemenangan pak MA. Jangan ngriwuk i ( mengganggu) dengan sodoran wakil. siapapun yang dipilih pak MA, itu yg kita usung,” ungkapnya. 

Malik melanjutkan, yang harus kita lakukan untuk semua paratai pengusung MA diminta fokus untuk mensosialisasikan MA. “ Untuk anggota partai yang jadi anggata DPRD ini punya kewajiban untuk trus menaosialisasikan pak MA, bahkan kita wajibkan, kepada semua anggota DPRD dirumahnya harus ada baner pak MA dan setia teangganga harus ada stiker pak MA. Biar kita tahu siapa pendukung sebenarnya,” katanya. 

Sekadar diketahui, Gus Amik saat ini merupakan Ketua Tim Pemenangan Bakal Calon Walikota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Namanya memang tak asing di dunia politik khusunya di eks Karesidenan Madiun. Hal ini lantaran Gus Amik sosok yang multi talenta dan kaya pengalaman.

Mengalami karir sebagai pegawai BUMN, nama Gus Amik mulai mencuat saat diberi amanah sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Takeran. Sebagai ponpes tua di Magetan yang memiliki banyak cabang di Jawa Timur, sosok Gus Amik cukup di kenal di kalangan santri. Tak heran jika pada Pemilu 2029 lalu, Gus Amik didapuk menjadi Koordinator Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) pada Pemilu 2019. Di JKSN, dia bergandengan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gus Amik yang pernah menjadi Wakil Bupati Magetan dan menjabat Plt Bupati Magetan ternyata juga saudara dekat Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Alq

 

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…