Modus Dana Talangan Notaris Devi Chrisnawati Terkuak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Notaris Devi Chrisnawati saat mengikuti sidang secara daring di PN Surabaya, Selasa (10/11/2020). Sp/Patrick Cahyo
Terdakwa Notaris Devi Chrisnawati saat mengikuti sidang secara daring di PN Surabaya, Selasa (10/11/2020). Sp/Patrick Cahyo

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Notaris Devi Chrisnawati, Jalan Pahlawan No 30 Surabaya yang menjadi terdakwa kasus penipuan dengan modus pinjaman dana talangan atau Offering Letter Bank CIMB Niaga Surabaya menjalani sidang secara daring dengan agenda saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), di ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (10/11/2020). Dalam persidangan tersebut, sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta.

JPU Sabetania Paembonan SH dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Selasa siang kemarin, menghadirkan dua saksi yakni korban Parlindungan L, SE, MA dan saksi Faris Turmuji. Dalam keterangannya, Parlindungan yang menjadi korban Notaris Devi, dirinya disuruh mencari dana talangan Offering Letter dari Bank CIMB Niaga Surabaya. Dalam dana talangan yang diberikan kepada terdakwa Notaris Devi, diberikan sebesar Rp 1 Miliar dengan keuntungan 5 persen.

Selanjutnya, setelah diberikan Rp 1 Miliar, tambah saksi Parlindungan, Notaris Devi meminta dana talangan dengan total Rp 4,3 Miliar yang dibagi dua tahap, yakni tahap pertama Rp 800 juta dan kedua Rp 3,5 Miliar. Namun, sampai akhir pinjaman tersebut, terdakwa tidak kunjung mengembalikan uang tersebut plus bunga keuntungan sebesar 5 persen.

“Saya awalnya masih menanyakan dahulu kepada terdakwa, dan menagih dulu. Sampai diberi dua kali cek Bank Jatim. Tetapi saat dicairkan dana tidak tersedia,” jelas Parlindungan yang menjadi saksi.

Meski begitu, tambah saksi Parlindungan, terdakwa Notaris Devi, telah menyicil dana talangan tersebut sebesar Rp 1,1 Miliar. “Tetapi masih kurang Rp 3 Miliar,” tegasnya di depan majelis Hakim. Sementara, saksi Fariz Turmuji, perannya lebih banyak sebagai seseorang yang mengantarkan saksi Parlindungan untuk bertemu dengan terdakwa Notaris Devi Chrisnawati, SH., MKn.

Diketahui, dalam dakwaan dibeberkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap seorang notaris Devi Chrisnawati karena melakukan penipuan dengan Total kerugian sekitar Rp 65 miliar. Terdakwa notaris Devi Chrisnawati, warga Jalan Darmo Permai Selatan Gang X/47, Dukuh Pakis, Surabaya, ditahan lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Terungkapnya kasus tipu gelap berawal dari laporan salah satu korbannya, Parlindingan dan Novian Herbowo asal Kota Surabaya karena merasa ditipu.

Sebab, terdakwa meminjam dana ke korban senilai Rp 4,3 miliar untuk offering letter (OL) atau dana pinjaman talangan) perihal persetujuan kredit kepemilikan rumah. Padahal, Offering Letter tersebut fiktif setelah dikroscek di bank.

Terdakwa notaris Devi Chrisnawati menawarkan offering letter (pinjaman dana talangan) Bank CIMB Niaga. Kemudian korban tergiur dijanjikan keuntungan 3,5 persen sampai 5 persen. Misalnya Rp 5 miliar, korban dapat Rp 250 juta.

Terdakwa lantas memberikan jaminan cek bank ke korban. Cek tersebut, sesuai keterangan terdakwa, bisa dicairkan bila sampai jangka waktu yang ditentukan uang belum dikembalikan. Namun saat dicairkan korban, cek tersebut ternyata tidak ada dananya. Setelah jatuh tempo, uang tidak dikembalikan dan saat dicairkan cek dananya tidak mencukupi.

Dari penyelidikan polisi, hingga Juli 2020 sudah ada 15 laporan polisi dengan tersangka yang sama. Nilai kerugian mencapai Rp 65 miliar.

Modus offering letter, paling banyak dipakai terdakwa untuk mengelabui korbannya. Terdakwa juga menggunakan modus menawarkan diri turut menjualkan rumah dengan harga fantastis seperti sekitar Rp 3 miliar.

Setelah sertifikat diserahkan pemilik ke tersangka, sertifikat tersebut diagunkan ke bank. Setelah cair dananya tidak diberikan ke korban. Namun, digunakan terdakwa untuk yang lain.

Dari hasil pemeriksaan polisi terungkap, rata-rata korban tergiur karena profesi terdakwa. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHPidana. bd/pat/cr4/rmc

Berita Terbaru

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Ormas Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) kembali menggelar aksi sosial dengan memba…

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Coway menghadirkan lebih dari 50 Coway Water Station di berbagai ruang publik untuk mendukung kebutuhan air minum bersih masyarakat, k…

CMK Tegaskan Komitmen Good Governance untuk Perkuat Industri Perhiasan Nasional

CMK Tegaskan Komitmen Good Governance untuk Perkuat Industri Perhiasan Nasional

Rabu, 18 Mar 2026 15:01 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:01 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Central Mega Kencana (CMK) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance) secara k…

Pemkab Gresik Fasilitasi 750 Warga Lewat Program Mudik Gratis 2026

Pemkab Gresik Fasilitasi 750 Warga Lewat Program Mudik Gratis 2026

Rabu, 18 Mar 2026 14:45 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis tahun 2026 dengan memberangkatkan ratusan warga menuju b…

Bidik Pasar Baking Ramadan, MITO Angkat King Nassar sebagai Brand Ambassador

Bidik Pasar Baking Ramadan, MITO Angkat King Nassar sebagai Brand Ambassador

Rabu, 18 Mar 2026 12:31 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 12:31 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – MITO Electronics resmi menunjuk penyanyi sekaligus entertainer, Nassar Fahad Ahmad Sungkar atau yang dikenal sebagai King Nassar, s…

KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Penumpang yang Tertinggal 

KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Penumpang yang Tertinggal 

Rabu, 18 Mar 2026 12:16 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 12:16 WIB

SURABAYA PAGI, Blitar- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, sekaligus untuk…