Aniaya Penyewa PSK, Perangkat Desa di Jombang Ditangkap

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Oknum perangkat desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di balik jeruji besi.

Pelaku yakni berinisial AS (31), oknum Perangkat Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. AS ditangkap polisi lantaran menganiaya seorang lelaki berinisial S (23), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Kapolsek Jombang, AKP Wilono mengatakan, bahwa penganiayaan itu terjadi di sebuah kamar bekas Lokalisasi Tunggorono, Kecamatan Jombang. Penangkapan AS dilakukan usai mendapat laporan dari korban.

"Kejadiannya itu pada Sabtu, (7/11/2020) yang lalu. Tapi korban melapor pada Minggu, (8/11/2020). Pelaku oknum perangkat desa asal Desa Tambakrejo. Proses penyidikan tengah berlangsung," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/11/2020).

Wilono menjelaskan, peristiwa penganiayaan ini bermula saat S menyewa seorang PSK untuk berkencan di sebuah kamar bekas Lokalisasi Tunggorono pada Sabtu malam lalu.

"Di kamar itu, korban kencan selama satu jam lebih. Karena tak kunjung klimaks, dan dinilai kasar, PSK ini mulai risih dan merasa terganggu. Lalu PSK ini menghubungi pelaku AS untuk mengatasi S," jelasnya.

Menurut keterangan Wilono, kebetulan AS kebetulan kenal dengan PSK itu. AS diminta untuk menggedor pintu yang disewa korban dan PSK tersebut agar menghentikan kencan itu.

"Tiba di lokasi, AS mendobrak pintu kamar yang dihuni korban dan PSK. Pertengkaran pun terjadi antara AS dan S. Dan akhirnya korban dihajar oleh pelaku AS hingga dilerai warga,” terangnya.

Akibat dihajar oleh AS, papar Wilono, korban mengalami luka serius beberapa tubuhnya. Pelipis mata korban robek dan bagian dadanya juga mengalami sesak. Mungkin ada luka di rusuk dalam,” paparnya.

Korban kini menjalani rawat inap di RSI Jombang. Atas perbuatannya, AS telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. "Tersangka sudah ditahan di polsek,” pungkasnya.(suf)

Tag :

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…