Risma, Diduga Lukai Bambang DH dan Whisnu Sakti

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sorotan Wartawan Muda, Raditya Mohammar Khadaffi
Sorotan Wartawan Muda, Raditya Mohammar Khadaffi

i

Sorotan “Kebaikan” Risma yang Diusung Paslon Eri-Armuji (14-habis)

 

Pilkada serentak tahun 2020 di Surabaya, saya nilai ada keanehan sosiologis dan politis. Paslon Eri Cahyadi-Armuji, membuat tagline “Meneruskan kebaikan Risma.”

Sebagai jurnalis muda yang juga belajar marketing. membaca baliho, spanduk dan brosur dengan tagline seperti itu saya bertanya apa mas Eri dan cak Armuji, tidak punya konsultan marketing yang cerdas?

Tagline Eri-Armuji, seperti mengkultuskan individu Risma? Cara seperti ini, bagi pemilih milenial, paslon Eri-Armuji, bisa dianggap gagal paham tentang eksistensi seorang politisi berintegritas.

Dalam  kamus bahasa inggris, tagline artinya slogan untuk promosi. Tagline bisa diigunakan untuk slogan  individu atau produk tertentu.

Eric Swratz, seorang penulis dan ahli brand tagline mendefinisikan tagline sebagai susunan kata yang diringkas. Umumnya tagline tidak lebih dari 7 kata dan diletakkan untuk mendampingi sebuah produk.  Ini karena tagline  mengandung pesan brand yang kuat ditujukan kepada target audience tertentu. Untuk daya tarik.

Orang marketer politik pun mengakui tagline adalah senjata andalanya untuk menarik perhatian publik  dengan goal meraih rasa penasaran. Rasa ingin tahu ini yang kemudian berbuah menjadi daya beli untuk produk-produk tersebut.

Nah, pertanyaannya, apakah bu Risma ini individu yang super women, sehingga mas Eri dan Cak Armuji, begitu terpesona pada sosok bu Risma?

Bagi saya jurnalis muda yang arek Suroboyo seperti Cak MA, Bu Risma, adalah manusia biasa, bukan nabi. Ia juga bukan cucu nabi Muhammad SAW, seperti yang saat ini jadi viral atas sosok habib Rizieq.?

Sebagai manusia biasa, bu Risma tidak bisa diklaim sarat dengan kebaikan-kebaikan semata. Apalagi bu Risma pejabat politik dan publik yang kelola APBD lebih Rp 10 triliun lebih. 

Sebagai pejabat publik, bu Risma, juga punya hoping antara lain daoke-daoke besar. Informasi yang saya peroleh, salah satu bos besar yang dikenal bu Risma adalah seorang pengembang besar di Surabaya.

Jadi, makna kebaikan yang dijadikan tagline paslon nomor 01, perlu ditanyakan dengan kakikat kebaikan seorang manusia.

Di antaranya ialah membuat orang lain menjadi lebih baik. Pertanyaannya, apakah Risma, yang dipromosikan Bambang DH menjadi wali kota tahun 2010, menebar kebaikan-kebaikan? 

 

***

 

Dan pada periode kepemimpinan kedua, apakah Risma, juga memberi kebaikan kebaikan pada Whisnu Sakti Buana, wakil wali kota Surabaya?

Terhadap Bambang DH dan Whisnu, saya sudah klarifikasi pada keduanya secara terpisah. Bambang DH bila ditanya soal Risma, langsung berteriak ‘’Oh itu mak lampir.’’ Suami Dyah Katarina ini tidak mau bertemu Risma, karena sebagai senior di Pemkot, dirinya pernah dilukai.

Sedangkan saat diklarifikasi ke Whisnu, anak tokoh PDIP Ir. Sutjipto (Alm),  cemberut. Hampir semua pejabat kepala dinas menilai Whisnu, tidak diberi porsi yang proporsional sebagai orang kedua. Justru Eri Cahyadi, Kepala Bappeko yang sering dipercayai.

Isu tentang hubungan Risma-Whisnu, justru Armuji, kader PDIP yang memberi kesan, Whisnu tahun terakhir ini kurang direken (perhatikan) oleh wali kota Risma.

Dari klarifikasi dua pejabat di Pemkot Surabaya, menurut saya, Risma, belum bisa dianggap orang yang membuat orang lain menjadi lebih baik. Dan boleh dicitrakan dirinya sendiri orang baik dan ingin menjadi lebih baik lagi. Sampai di mana? Rasanya tidak ada batasnya. Di atas langit masih ada langit.

Dalam politik praktis, yang saya tahu kebaikan itu ialah menggunakan haknya di dalam pilkada. Dalam perkara kebaikan politik praktis, saya mencatat sedikitnya ada tiga macam kebaikan yang perlu ditegakkan.

Pertama orang baik acapkali percaya bahwa yang terbaik adalah paslon yang menang dalam pencoblosan tanggal 9 Desember nanti. Kedua, mereka yang datang ke TPS dengan keyakinan bahwa dia tahu siapa yang terbaik yang bakal dicoblosnya. 

Ketiga juga percaya kepada yang sebaliknya, yaitu yang terpilih dengan suara terbanyak yang terbaik. 

Jadi orang-orang baik dengan pilihannya itu lebih banyak daripada orang-orang baik lainnya dengan pilihannya. Itulah menurut saya moral politik demokrasi. 

Orang baik adalah orang yang sangat menghormati suara terbanyak dan sangat percaya bahwa suara rakyat ialah suara Tuhan, 

Demikianlah setelah pilkada serentak, orang baik adalah yang memuliakan hakikat kebaikan manusia dan meninggalkan hakikat keburukan manusia. Saya yakin tidak ada manusia yang sempurna. Termasuk Risma? 

 

***

Saya minggu lalu pernah menemui 10 warga kota yang usianya sebaya saya. Pertanyaan saya kepada mereka, wali kota Risma sekarang ini punya kebaikan apa saja? 8 teman menjawab sambil bergurau “Tanya ae ke Eri-Armuji”? Paslon 01 ini suruh beberkan kebaikan Risma sekaligus keburukannya.

Bila Eri-Armuji, tak bisa atau tak mau menjelaskan keburukan Risma, bisa jadi paslon 01 sudah tidak menganggap Risma, manusia biasa?

Hal yang saya dalami dari literatur Islam, manusia itu digambarkan sebagai suatu makhluk yang semi-samawi dan semi-duniawi.

Artinya di dalam diri setiap manusia ditanamkan sifat mengakui Tuhan, bebas, terpercaya, rasa tanggung jawab terhadap dirinya maupun alam semesta. 

Selain itu, manusia juga dilengkapi kecenderungan ke arah kabaikan dan keburukan. Jika mereka mampu mendekatkan diri dan mengingat Tuhannya, maka ia berada di arah yang baik, akan tetapi jika ia menjauhi-Nya maka ia berada dalam keburukan. Selain itu mereka juga mempunyai kapasitas yang tidak terbatas untuk belajar atau menuntut ilmu maupun menerapkannya.

Nah, saya tidak tahu apakah wali kota Risma, sejauh ini menjauhi perintah-perintah kebaikan dari Allah Yang Maha Pencipta? Apakah melakukan pembiaran-pembiaran terhadap Whisnu Sakti itu, Risma menjauhi ajaran Allah?.

Apakah menghamburkan uang APBD untuk membangun dua jembatan Suroboyo dan Bambu Mangrove, perilaku kebaikan atau keburukan. Ini ternyata sampai diresmikanbya dua jembatan ini belum memberi manfaat kepada masyarakat. Apalagi menyumbang retribusi kepada Negara.

Janji merampungkan urusan Surat ijo saat kampanye pada tahun 2015, pantaskan dianggap wali kota Surabaya Risma, mempertontonkan keburukannya?

Pernah ada satu penelitian dari Unibraw Malang bahwa cukup banyak warga kota yang kecewa atas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan, seperti di kelurahan atau kecamatan. Termasuk tempat hiburan untuk anak-anak dinilai masih sangat kurang terfasilitasi.

Apalagi di bidang infrastuktur. Dalam penelitiannya, ada  32 persen dari 250 responden warga kota Surabaya asli kecewa atas kebijakan Risma. Misalnya pengerjaan gorong-gorong yang menyebabkan macet dan tidak dapat meminimalisir banjir, sehingga pengendalian banjir masih belum maksimal. ([email protected])

Berita Terbaru

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…