Kenaikan Harga Gurami Rawan Manipulasi Timbangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ikan yang baru panen sebelum dinaikkan kendaraan harus ditimbang. SP/ JT
Ikan yang baru panen sebelum dinaikkan kendaraan harus ditimbang. SP/ JT

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Harga penjualan ikan gurami di Tulungagung pelan-pelan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga ini tergolong normal dan bahkan diprediksi bisa naik kembali lantaran ketersediaan gurami siap konsumsi sudah mulai jarang. Berawal dari Rp 16 ribu per kilogram, kini harga gurami mendekati Rp 30 ribu timbangan basah dan hampir Rp 25 ribu timbangan kering, Senin (23/11/2020).

Meskipun ada kenaikan harga gurami, pembudidaya tetap wajib waspada. Pasalnya, kondisi tersebut rawan pencurian dan terancam manipulasi timbangan saat panen tiba. Hal ini terjadi di banyak tempat, bahkan pembudidaya tak segan mengutarakan pengalamannya di media sosial.

"Risiko ikan itu saat dipelihara kan mati. Nah namun hitungan randemen (berat umum) gurami ini kan bisa dihitung dari habis berapa konsentrat (pelet) yang diberikan," kata SM.

Lanjutnya, satu kolam menurutnya, dimasuki nener 1.500 ekor. Dalam perjalanan waktu, ikan SM mati mencapai angka 500-an sehingga ikannya tinggal 1.000-an ekor.

Selama hampir setahun, SM memberikan ikannya 21 zak. Sehingga jika logikanya per 30 kilogram pelet bertambah berat ikan 20 kilogram. Maka ikan miliknya seharusnya mendapat 4,2 kwital.

"Faktanya, 8 gronjong ikan hanya seberat 2 kwital saja. Ini sungguh terlalu," ujarnya.

Dirinya mengaku salah, karena mencari pembeli ikan dari media sosial Facebook. Namun, sebagai pembeli, dikatakan SM, tidak pantas punya tabiat mencuri timbangan untuk mencari keuntungan.

Pengalaman serupa dialami PG (inisial) pembudidaya asal Ngunut. Dirinya mengatakan, pernah tertipu pembeli ikannya saat pertama kali tahun 2002 lampau. "Kelihatannya timbangan di angka 0 tapi tidak lurus. Setelah ditambah 2 kilogram baru lurus," kata PG.

Biasanya pembeli pandai menciptakan situasi. Saat timbangan pertama hingga beberapa timbangan terlihat normal, namun akan beraksi pada timbangan kesekian kalinya.

Bagi PG, jika pembeli minta tambah berat timbangan adalah wajar. Namun, jika terlalu banyak maka dipastikan pembudidaya akan terlalu banyak mengalami kerugian. "Jika pertimbangan minta satu ekor saya pikir wajar. Namun, jika timbangan sudah anget masih minta satu ekor lagi ini kan mau menang sendiri," imbuhnya.

Jika harga basah dan kering hanya selisih Rp 3 ribu, PG lebih memilih timbangan kering karena dianggap lebih fair. Dsy11

 

Berita Terbaru

Tekan Lonjakan Kasus Demam Berdarah, Pemkab Pamekasan Gencarkan PSN

Tekan Lonjakan Kasus Demam Berdarah, Pemkab Pamekasan Gencarkan PSN

Rabu, 28 Okt 2026 11:11 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya dalam menekan kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, terus berkomitmen dengan…

Dukung Aktivitas dan Kenyamanan Dagang, Pemkab Probolinggo Revitalisasi Pasar Bertahap

Dukung Aktivitas dan Kenyamanan Dagang, Pemkab Probolinggo Revitalisasi Pasar Bertahap

Rabu, 28 Okt 2026 11:08 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, berusaha mendorong aktivitas…

Pascapenahanan SY, Pelayanan Publik di DTPHP Jember Tetap Berjalan Optimal

Pascapenahanan SY, Pelayanan Publik di DTPHP Jember Tetap Berjalan Optimal

Rabu, 28 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 10:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti pascapenahanan SY kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan…

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Ibu Dini Hancur Mengetahui Anaknya Jadi Korban Mutilasi, Minta Tersangka Dihukum Mati

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Harti, ibu kandung Dini Hardiyanti (30) meminta tersangka Dwi Bagus dihukum seberat-beratnya, bahkan ia menuntut hukuman mati. Harti …

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…