Peningkatan PAD dari BPHTB Capai Rp 7 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto : Kantor Badan pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Kab. Sumenep (ft. Ainur Rahman/ SP)
Foto : Kantor Badan pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Kab. Sumenep (ft. Ainur Rahman/ SP)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Badan pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep , berjanji akan memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sumenep, hal ini langkah yang terus dilakukan adalah inovasi pelayanan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Salah satu inovasi pelayanan adalah pembayaran pajak non tunai yakni menggunakan aplikasi virtual account. Tentu saja dengan menggunakan aplikasi tersebut dapat mempermudah dan memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Sumenep “kata Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan BPPKAD Kabupaten Sumenep, Suhermanto SE,. ME  di ruang kerjanya kemarin

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat adalah dengan merubah pembayaran pajak yang semula dilakukan tunai menjadi non tunai. Sehingga, masyarakat wajib pajak tidak perlu lagi datang dan antri untuk membayar pajak, namun cukup melalui aplikasi online sudah bisa dilakukan dari mana saja, dan kapan saja.

" Jelas pemerintah akan selalu memberikan yang terbaik dan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan maksimal, jadi untuk saat ini semua terdampak positif terhadap pelayanan kami khususnya di masa pandemi Covid-19 yang tentunya masyarakat dimudahkan dengan pelayanan online itu," ungkapnya.

Bahkan sambungnya, dengan pelayanan virtual account tersebut ada beberapa bentuk pelayanan yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).”Seperti halnya dari pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai kontribusi hingga melampaui 100 persen” tegasnya.

Suhermanto mengakui, meskipun dalam triwulan pertama hingga memasuki triwulan kedua PAD dari beberapa sektor pajak mengalami penurunan dengan kondisi pandemi Covid-19, namun sejak bulan Agustus hingga akhir Oktober mulai ada peningkatan PAD. Bahkan, untuk BPHTB sudah melampaui target hingga mencapai Rp 7 miliar lebih dari target Rp 5 miliar.

Dijelaskan, dari hasil pendapatan BPHTB ini setidaknya bisa menopang pendapatan pajak lainnya khususnya selama pandemi Covid-19 yang mengalami penurunan. “Karena itu, saat ini pihak kami  juga mengimbau kepada masyarakat untuk patuh didalam membayar pajak karena bayar pajak adalah kewajiban yang mengikat bagi warga negara” ucapnya.

Selain itu pihaknya meyakini target pajak  BPHTB bisa tercapai secara maksimal untuk tahun ini mengingat semua setoran berjalan dengan stabil meski di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19).

 " Saya kira sekalipun suasana covid 19 tidak terpengaruh, karena pemerintah telah menggunakan virtual account " jadi untuk tahun 2020 ini pendapatan asli daerah (PAD) secara umum mencapai 60 persen. Sedangkan realisasi pencapaian dari pajak sendiri mencapai angka 64 persen”jelasnya.

Artinya, penerimaan pajak masih relatif lebih tinggi dari PAD secara umum. Meski di PAD sendiri masih ada retribusi, seperti retribusi pasar namun tidak keseluruhan berjalan. Lagi-lagi karena persoalan covid-19.

"Di samping itu juga pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan seperti, perbaikan sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM)  dan ini merupakan langkah konkrit saya ke depan,  agar masyarakat merasakan kenyamanan dan merasa dilayani," pungkasnya. ar

Berita Terbaru

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Usai Kalah Praperadilan, Eks Menag Yaqut Langsung Ditahan KPK

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Staquf, telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka terkait kasus…

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga perusahaan emas di Surabaya dan Sidoarjo digeledah Bareskrim Polri. Ketiga perusahaan meliputi PT SJU, PT IGS dan PT…