Penurunan Occupancy Hotel Bali Peneleh Pasca Pandemi Capai 50 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption : I Made Joni Subawa, Pemilik Hotel Bali Peneleh. SP/ RIA SUKMA SARI
Caption : I Made Joni Subawa, Pemilik Hotel Bali Peneleh. SP/ RIA SUKMA SARI

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Hotel dengan total 84 kamar ini berdiri dari mulai tahun 1971 dan mengalami perkembangan yang luar biasa dari 25 tahun kebelakang.Diantaranya adalah renovasi dan penambahan kamar dari yang awalnya hanya ada 25 kamar saja.

I Made Joni Subawa, Pemilik Hotel Bali Peneleh menjelaska,ini semua adalah karna pemasukan dari hotel sendiri hingga bisa melakukan renovasi dan pembangunan.

 "Hotel ini bukan milik saya, saya hanyalah penerus saja. Pemiliknya adalah orang tua saya, saya hanya pekerja. Dulu hotel ini dibeli oleh orang tua saya pada tahun 1969 kemudian direnovasi tahun 1971 dan dari tahun 1995 saya yang mulai menjalankannya"tuturnya pada wartawan Surabaya Pagi ketika ditemui di tempat, Senin (14/12/2020).

Sebelum pandemi occupancy hotel bisa mencapai 80-90�n sekarang turun hingga 50�n 30%nya digunakan untuk biaya-biaya pengeluaran hotel. Untuk saat ini saya masih bersyukur karena hotel masih bisa buka dan saya tidak terlalu push karyawan untuk meningkatkan omset karena memang kondisinya seperti ini" terangnya .

Selain di Surabaya, I Made Joni Subawa juga memiliki usaha lain di bidang perkebunan dan chemical laundry SWADZ yang menyuplai rumah sakit-rumah sakit di indonesia bagian timur seperti NTT, NTB sampai dengan Papua.

Selama pandemi, usaha chemical miliknya tidak mengalami kemerosotan seperti di bidang hospitality karena walaupun disisi lain hotel sepi karena dampak pandemi, malah permintaan orderan dari rumah sakit-rumah sakit makin banyak karena memang faktor kebutuhan.

Untuk saat ini beliau lebih fokus dengan usaha perkebunan dan chemical laundry yang ditekuninya serta sedang merencanakan untuk membangun coffeshop disamping hotel Bali Peneleh miliknya untuk dijalankan putranya kedepan.ria

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…