Vaksin Nusantara

Politisi PDIP Dukung Vaksin Karya Anak Bangsa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Deni Wicaksono, S.Sos., anggota Komisi E DPRD Jatim asal Fraksi PDIP
Deni Wicaksono, S.Sos., anggota Komisi E DPRD Jatim asal Fraksi PDIP

i

SURABAYA PAGI, Surabaya – Saat ini, sebagai untuk memutus mata rantai virus Corona, dilakukan vaksinasi Covid-19. Selain impor vaksin, kini Indonesia sedang melakukan pengembangan vaksin buatan karya anak bangsa. Salah satunya vaksin Nusantara, yang diinisiasi oleh dr Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan RI.

 

Saat ini vaksin Nusantara telah usai diuji klinis tahap ke-1. Bahkan sudah diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sedang dalam tahap uji klinis ke-2. Pengembangan vaksin Nusantara ini juga dikerjakan oleh RSUP dr Kariadi, Universitas Diponegoro Semarang, bekerja sama dengan PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) dan AIVITA Biomedical Inc asal California, Amerika Serikat.

 

Atas vaksin Nusantara inisiasi Terawan ini membuat Deni Wicaksono, salah satu politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur antusias dan bangga terhadap vaksin karya anak bangsa yang saat ini dikembangkan.

 

Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim yang membawahi bidang Kesejahteraan Rakyat ini mendukung secara penuh vaksin yang diinisiasi oleh mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto ini.

 

“Kami sangat mendukung penuh dan penyempurnaan vaksin dalam negeri ini. Bagaimanapun juga akan jadi kebanggaan bila bangsa Indonesia punya vaksin karya anak bangsa,” kata Deni, Minggu (21/2/2021).

 

Apalagi, vaksin Nusantara saat ini telah usai melakukan uji klinis tahap ke-1. Secara pengujian klinis, vaksin Nusantara ini tinggal menunggu penyempurnaan dengan melewati beberapa tahap yakni uji klinis tahap ke-2 dan ke-3. “Melihat saat ini, tinggal tunggu penyempurnaan vaksin saja,” tambahnya.

 

Selain itu, Deni melihat pada hasil uji klinis tahap ke-1 yang dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang, dr Terawan Agus Putranto menyebut bahwa vaksin Nusantara bisa bertahan selamanya dan dapat disuntikkan ke setiap golongan, termasuk orang yang memiliki komorbid.

 

“Melihat hasil (uji klinis ke-1) kemarin, kwalitas vaksin juga dikatakan bisa bertahan selamanya. Jadi jelas ini jauh lebih baik dari vaksin yang sudah ada khan. Apalagi vaksin karya anak bangsa,” kata Deni.

 

Untuk itu, Deni meminta mengajak pemerintah untuk mengajak seluruh jajarannya termasuk para peneliti-peneliti, warga dan seluruh stakeholder di Indonesia mendukung pengembangan vaksin dalam negeri.  “Kami berharap pemerintah baik pemerintah pusat atau pemerintah daerah, harus memberikan dukungan terkait proses ini,” lanjut Deni.

 

Selain vaksin Nusantara, ada pula vaksin merah putih yang diinisiasi oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Kalbe Farma, dan PT Biofarma. Saat ini vaksin merah putih sedang melalui tahapan pra klinis dan akan memulai pada bulan Maret 2021 mendatang. (sem/rmc)

Berita Terbaru

Jalan Masangan Wetan Sudah Bagus, Sebelum Hari Raya Ruas Jalan Rusak Dikebut Pekerjaanya

Jalan Masangan Wetan Sudah Bagus, Sebelum Hari Raya Ruas Jalan Rusak Dikebut Pekerjaanya

Selasa, 24 Feb 2026 17:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM) terus mempercepat penanganan…

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Bangkalan – Mengawali bulan suci Ramadan dengan semangat berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk T…

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…